home

Showing posts with label curhat. Show all posts
Showing posts with label curhat. Show all posts

Monday, April 12, 2010

Sebuah Catatan Kecil Untuk (yang ku sebut) Sahabat


Kota Dingin,

Purnama Ke Empat.

Untuk Sahabat (yang aku tidak punya sebutan lain untuk kalian selain itu),

Sahabat. Iya. Aku hanya punya satu kata itu untuk menggambarkan siapa kalian dalam hidupku.

Aku tidak tau awalnya, pertemuan kita dari hanya senda gurau dan tawa canda kecil dapat membawa kalian sangat menyempurnakan hidupku.

Kisah kisah remaja yang sempurna bersama kalian yang sangat tidak mungkin aku tepiskan begitu saja.

Kalian separuh hidupku. Dimana tanpanya, aku akan sangat lumpuh.

Kalian separuh jiwaku. Dimana tanpanya, seperti kesulitan bernafas.

Berlebihan ? mungkin iya bagimu. Tapi bagiku tidak.

Kalian benar benar adalah bagian tak terpisahkan dari hidupku.

Aku tau, kita akan punya hidup masing masing, dimana dalam sepersekian detik hidup itu, aku tidak terpikirkan dalam pemikiran kalian. Atau bahkan mungkin, ada kalanya satu kali 24 jam itu, aku bahkan tidak masuk dalam hitungan putaran otak kalian.

Iya, sahabat. Aku sangat tau.

Kita akan punya kehidupan kita masing masing, yang bahkan aku atau kalian tidak bisa masuk ke dalamnya.

Bukan kalian tidak mengizinkan, atau aku tidak berkenan, tapi memang tidak memungkinkan saja untuk aku atau kalian masuki kehidupan itu. Mungkin kali ini baru aku bisa menyalahkan situasi.

Kalian akan punya kekasih, yang akan menjadi hidup kalian, bukan separuh hidup lagi.

Kalian akan punya banyak tugas kuliah dari dosen yang amat menyebalkan, yang akan menyita sedikit demi sedikit waktu kalian bersamaku.

Kalian akan punya teman dan kawan baru di dunia dimana aku tidak ada disana.

Kalian akan punya kehidupan baru yang lain, yang aku tidak ikut serta berperan didalamnya.

Iya, sahabat. Aku tau. Karena aku pun disini sama. Aku punya semua hal baru yang kalian punya juga.

Sekarang, saat hujan dan mati listrik, aku tidak perlu lagi mengganggu kalian dengan teriakanku, karena ada kekasihku yang akan selalu mendampingiku.

Sekarang aku tidak akan lagi membebanimu dengan semua cerita panjang lebar dan keluh kesah ku, karena ada telinga lain yang siap mendengarku tanpa cacat, kekasihku.

Sekarang, aku tidak akan lagi ber”tidak jelas” mengirim pesan tidak penting mencari kesibukan karena aku sudah cukup dipusingkan dengan tugas kuliah dan ujian atau kuis setiap minggu.

Sesekali, mungkin aku akan mengingat kalian. Mengingat kebersamaan kita yang sempurna, dahulu.

Kita tidak berpisah sedemikian jauh. Karena kita masih sering bersua via media apapun (sekarang zaman canggih karena blackberry dan apple bukan lagi sekedar buah)

Tapi tetap saja, berbeda. Ini bukan kita yang dulu.

Tidak. Aku tidak meminta untuk mengembalikan semua kesempurnaan milik kita dulu.

Aku cukup bahagia, dengan memiliki kalian dan kekasih dan tugas kuliah ini. Hidupku masih terasa nyaman.

Aku hanya membayangkan. Beberapa tahun kedepan, apakah akan tetap sama, atau akan lebih banyak berubah?

Dan jika berubah, akan berubah ke arah mana?

Baru kekasih saja, sudah menjadi hidup, apalagi ketika ia menjadi suami?

Baru tugas kuliah saja sudah menyita pikiran waktu dan tenaga, apalagi pekerjaan kantor ditambah pekerjaan ibu rumah tangga?

Nanti, di dunia dimana kita sudah mapan dan punya hidup yang lebih baru, masih adakah celah di sepersekian detik waktu mu untuk memikirkanku, sahabat?

Nanti, di dunia dimana suamimu lebih sering merepotkanmu dengan keluhan kantornya, masih adakah kesempatan ku bercerita mengenai hidupku, sahabat?

Aku tidak meminta semua akan kembali seperti kita masih remaja. Tidak. Tentu aku tau itu akan sulit.

Hanya aku ingin kalian tau.

Sahabat bukan hanya sekedar kata untuk menyempurnakan kehidupan atau melengkapi kisah hidup. Bukan pula hanya untuk ajang pembuktian ke eksis an diri untuk men tag foto foto nya di facebook dan atau twitter dan plurk.

Lebih dari itu. Sahabat tidak hanya datang untuk melengkapi kisah hidup, tapi untuk memastikan bahwa tanpanya, kita akan lumpuh.

Dan untuk kalian,

Kalian tetap bagian yang tak terpisahkan dari kelengkapan hidup, dimana tanpanya, aku akan lumpuh.

Tolong ingat, bahwa aku selalu menyelipkan nama nama kalian di setiap sembahyang pagi siang sore atau petang. Meski hanya sepersekian detik dari begitu banyak doa yang kuminta untuk kebahagiaan hidupku sendiri bersama kekasihku (atau suamiku).

Tolong ingat, aku pernah sangat menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup kalian. Dimana aku selalu mengeluh dan membutuhkan senyum kalian.

Tolong ingat, bahwa tidak ada orang lain yang dapat ku percaya kecuali kalian saat kekasihku (atau suamiku) sedang sangat menyebalkan dan tidak bisa diajak diskusi.

Tolong ingat, bahwa selain kehidupan aku, keluarga kecilku (ayah ibu kakak adik) dan keluarga baru ku (bersama suamiku), kalian adalah poin berikutnya yang akan selalu terpatri dalam hati ini.

Tolong ingat, kita pernah sangat bahagia dengan hanya tertawa didepan tukang pop ice tanpa harus berjibaku dengan kekhawatiran akan menjadi apa dimasa depan.

Tolong ingat, bahwa hanya pada kalian aku bisa menangis tersedu tak henti ditengah hujan dilarut malam karena seorang yang kucinta pergi dari hidupkku (dan hanya pada kalian aku bisa seperti itu).

Tolong ingat, bahwa aku bisa menjadi diriku sendiri tanpa harus takut berkulit gelap dan atau tidak pintar dalam menggunakan handphone blackberry, atau bahkan tidak tau hanamasa itu tempat apa, hanya bersama kalian aku merasa baik baik saja.

Tolong ingat, bahwa dimanapun dan bagaimanapun kehidupan akan mengubah kita kelak, kalian tetap sahabat yang tidak pernah ku sesali keberadaannya.

Karena selain sahabat, aku tidak punya kata lain yang pantas untuk menggambarkan sebesar apa kalian berada dalam hidupku.

Semoga kalian memahaminya, sahabat. :)

Jika aku sangat ingin bertemu kembali di surga dengan kekasih hidupku (suamiku kelak), doa untukmu sama, aku ingin bertemu kalian lagi di surga. Amin.

Salam hangat,

Aku Yang Selalu Membutuhkan Kalian

p.s : Semoga Tuhan mengizinkan, untuk doa yang terakhir

Tulisan Sederhana Untuk Ayah

Ayah. Aku benar benar tersenyum ketika menulis ini.

Aku tidak tau, sudah berapa lama aku kehilangan akal pikiran sehat ku belakangan, karena aku semakin sibuk dengan tugas tugas kuliah yang melanda, juga beberapa chapter kehidupan baru di dunia yang baru saja ku geluti, atas bantuanmu.

Tapi aku tau, setiap aku pulang di penghujung senja, kau selalu menungguku dengan wajah khawatirmu yang kau sembunyikan dibalik kalimat “memang jalanan macet sekali? Kenapa baru pulang sepetang ini?”

Aku tau, kau selalu mengingatkan ibu untuk mengirimi aku pesan pulang jam berapa hari ini, karena jika pulang larut malam, aku akan dimasakkan air panas untuk mandi.

Aku tau, saat aku mengeluh bahwa aku banyak sekali tugas organisasi yang memaksaku pulang larut dan bahkan hari libur pun tidak bisa tinggal dirumah, kau selalu merasa ingin menarikku dari kehidupan baru itu namun tersembunyi dibalik tatapan tegas sambil minum teh hangat lalu berkata “ya harus tetap semangat dong, jangan loyo begitu, nanti kan disana juga have fun”

Ayah. Entah sudah berapa lama aku tidak melewati taman tempat dimana kau mengajari aku sepeda roda dua. Entah sudah berapa lama, aku tidak membuatkan teh manis hangat sepulang kau kerja atau sebelum kau berangkat, karena aku pergi lebih dulu darimu, dan pulang lebih larut darimu. Entah sudah berapa lama, aku tidak bercerita mengenai kehidupan yang sedang kujalani atau bercerita mengenai kabar hariku, kawanku, dan seluruh bagian hidupku.

Tapi dari semua hal yang ingin kumintai maaf, tolong dengar bahwa aku akan selalu sangat merindukan mu, Ayah.

Ayah, tolong restui aku bersama kekasihku.

Aku tau kau khawatir, apakah calon pendamping hidupku ini cukup baik untukku. Karena selemah apapun dirimu, kau selalu berusaha menjadi baik dan kuat dihadapanku.

Aku tau kau khawatir, apakah calon pendamping hidupku ini dapat bersiul girang sambil mencuci motor menemani aku yang menyiram tanaman saat minggu pagi. Karena kau bisa bersiul lagu lagu kesukaanku yang membuatku tawaku mengembang ditengah dinginnya pagi.

Aku tau kau khawatir, apakah calon pendampingku ini selalu dapat aku andalkan saat mati listrik dan hujan besar. Karena kau yang pasti akan selalu menjemputku ke tengah kota saat hujan lebat dan sudah larut, aku belum sampai rumah.

Aku tau kau khawatir, apakah calon pendampingku ini benar benar mengantarku sampai depan gerbang kampus atau kantor dan tidak menurunkanku dijalan. Karena saat kau mengantarku, kau benar benar selalu memastikan aku sudah masuk melewati gerbang kampus.

Aku tau kau khawatir, apakah calon pendamingku ini benar benar bisa membuatku selalu tersenyum setiap saat bahkan saat aku mengeluh ada banyak tugas dan kegiatan intra kampus. Karena jika aku mengeluh padamu, kau selalu menyembunyikan rasa ibamu padaku dengan senyuman tulus mu yang tidak pernah dapat kubeli harganya.

Aku tau kau khawatir, apakah calon pendampingku ini cukup bijaksana untuk selalu mengingatkan anakmu belajar dan tidak tidur larut. Karena setiap aku lalai sedikit saja, kau selalu menyuruhku belajar, dan saat sudah lampau larut, kau selalu memastikan aku untuk lekas tidur.

Aku tau kau khawatir, apakah calon pendamping hidupku ini berhati hati menyetir mobil, dengan kecepatan pelan dan tidak kasar mengendarai kendaraan. Karena kau selalu membawaku berkendara dengan kecepatan tidak lebih dari 55 km/jam dan sangat berhati hati melewati lubang lubang jalan.

Aku tau kau khawatir, apakah calon pendamping hidupku ini akan benar benar menjagaku dari binatang binatang rumah yang dapat membuatku teriak dikamar mandi. Karena saat aku ketakutan akan cicak atau kelabang, kau dengan sigap selalu mengusir binatang aneh itu jauh dariku.

Aku tau kau selalu khawatir, apakah calon pendamping hidupku ini benar benar orang yang tidak akan meninggalkan aku bahkan saat aku membanting pintu dihadapan mukanya karena kepalang kesal. Karena saat kau bertengkar kecil atau besar denganku, kau tidak akan pernah meninggalkan aku, melainkan selalu sabar menunggu aku kembali muncul dihadapanmu sambil terus (selalu) memaafkanku. Meski tanpa kalimat, namun pelukmu itu mengisyaratkan bahwa kau tidak pernah akan meninggalkanku.

Aku tau, ayah. Kau sangat khawatir, apa setelah aku memiliki kehidupan lain dimana aku membentuk keluarga kecil yang baru, apakah aku masih akan mengingatmu dalam setiap sembahyang ku. Karena selama apapun aku telah tidak bersenda gurau dengan ayah, selama apapun aku tidak bersua denganmu, kau selalu menyelipkan banyak namaku, dalam doa doa pagi siang malam dan petang mu.

Aku tau kau selalu khawatir akan keamanan dan kenyamanan ku.

Karena sejauh ini, satu satu nya pemuda yang dapat membuatku nyaman, dan sangat aman di saat apapun dan bagaimanapun, pemuda yang dapat ku andalkan disaat hujan lebat larut malam, hanya kau, ayah.

Ayah.

Sesungguhnya, tidak akan pernah ada yang bisa menggantikan ayah.

Tidak akan bisa ada yang begitu sempurna mengganti ayah dalam hidupku. Sekalipun kehidupan baru itu telah akuk bangun.

Karena ayah, tetaplah ayah yang sangat aku perlukan kehadirannya saat wisuda sarjana ku.

Karena ayah, tetaplah orang yang akan membuat senyumku sempurna saat aku berjalan menuju pelaminan.

Karena ayah, tetaplah satu satu nya pemuda pertama yang akan terus menjagaku bahkan meski hanya lewat doa doa kecil saat usiamu tidak lagi muda.

Karena ayah, tetaplah pemuda pertama yang terpatri dalam di hatiku yang keberadaannya tidak dapat tergantikan oleh siapapun.

Karena calon pendamping hidupku nanti, akan menempati ruang baru lain dalam hatiku.

Ayah, tidak perlu khawatir. Karena calon pendamping hidupku nanti, pastilah mesti seperti ayah yang selalu menjagaku.

Dan ayah,

Jika nanti aku telah membangun keluarga kecil yang baru,

Tolong jangan mengira aku akan melupakan semua hal hal kecil yang pernah kita lakukan bersama.

Aku akan menjadi ibu, aku akan menjadi istri,

Aku akan sibuk mengurusi ini dan itu.

Tapi aku berikrar bahwa aku akan terus menyelipkan nama ayah dalam doa doa siang malam pagi dan petang ku.


Dan ayah, dunia akan seperti apa atau bagaimana pun kelak,

Aku akan tetap menjadi gadis kecil ayah yang selalu membutuhkan pundak lenganmu, memerlukan senyum dan kecemasanmu, dan merindukan rangkulan hangat dan ciuman kening sebelum tidur.


Salam,

Gadis Kecil Ayah (yang sedang menapaki beberapa periode kehidupan)

Thursday, April 1, 2010

IMPROPER

sebenarnya,

ini mungkin sudah terlambat untuk berpikir demikian, karena bagaimanapun, sudah aku iyakan tawarannya.
menjadi pendampingnya.

tapi sungguh,
saat ini sedang sangat merasa improper
tidak layak. improper.
satu kata yang cukup menggambarkan kondisiku saat ini.

bukan aku tidak suka melihat semangat mu yang begitu besar.
semangat dan mimpimu yang tinggi.
aku sangat suka. dan aku sangat mendukung.

tapi aku jadi berpikir, apa yang bisa aku lakukan ?
apa hanya dengan "semangat!"

apa hanya dengan senyum simpul yang kumiliki?
apa hanya dengan ribuan pesan singkat berisi kalimat kalimat bijak?
tentu tidak cukup dengan itu kan?
tentu tidak dengan puluhan pesan ku yang rasanya tidak begitu berguna.
apa guna aku berada disampingmu.
aku hanya egois saja kan untuk berada disampingmu dan tidak dapat melakukan apapun?

aku sangat takut, ka.
sungguh aku sangat takut.

apa yang dapat aku lakukan untukmu.
apa?

aku takut, ka.
dan semakin takut untuk kupikirkan, semakin takut untuk direnungkan.
improper.

iya. aku seorang yang improper.

apa gunaku berada disamping mu, kak?

Thursday, March 25, 2010

Pemuda di Purnama Kesepuluh

Baiklah. Seperti manusia kebanyakan. Aku tidak pandai merangkai kata atau kalimat, dan aku bingung harus memulainya darimana.

Ini terjadi di awal purnama kesepuluh dari satu putaran bumi pada matahari.

He came. He really came, indeed.

Seperti pernah mengenalnya? Tidak.

Seperti Tuhan menakdirkan ia untukku? Tentu saja tidak.

Aku menganggapnya sebagai sesama manusia yang butuh komunikasi antar manusia seperti yang lainnya.

Tidak ada yang spesial di awal purnama kesepuluh itu. Tidak ada sama sekali.

Hingga suatu waktu aku tersadar. Selama tiga kali perputaran bumi pada matahari, hati ini ternyata tidak ada yang mengisi.

Entah memang tidak terisi, atau terbiarkan kosong. Namun ternyata aku salah.

Sesungguhnya hati ini terisi. Terisi oleh manusia yang datang dengan selamat pagi nya di purnama kesepuluh.

Tidak ada yang aneh, dengan hal ini. Wajarnya, aku jatuh cinta.

Mengutip ungkapan Fahd Jibran

“seperti hujan

Aku jatuh cinta

Perlahan lahan

…

Seperti badai

Aku ingin mencintaimu

Sampai mati”

Rasanya sungguh sangat benar.

Dia pernah datang. Dan dia pernah pergi. Dan kini dia kembali.

Bodoh atau dungu kah aku, untuk menerimanya kembali dalam hidupku.

Hidup yang sudah ia tinggalkan. Hidup yang ia serpihkan keberadaannya.

Tidak merasa apapun untuk kata “sakit”, aku ternyata tidak sanggup untuk berkata tidak.

Betapa kau harus tau, aku tidak suka melihatnya meminta maaf.

Aku tidak suka melihat tangannya gemetaran menjelaskan alasannya untuk pergi.

Aku tidak suka memandang mata nya yang risau dengan kata “maaf” yang lirih.

Aku tidak suka mendengar suaranya rintih tertahan untuk kata “maaf”

“aku tidak terluka” ucapku padanya.

Iya. Aku tidak berbohong. Aku memang tidak terluka. Entah kenapa.

Mungkin Tuhan terlalu menyayangi aku hingga aku tidak ingat lagi rasa sakit karena terluka itu seperti apa.

Ini tentang aku. Dan dia. Sekarang.

Pemuda yang datang di purnama kesepuluh itu, kini benar benar menjadi hidupku. Bukan bagian hidup, tapi hidupku.

Berlebihan kah? Iya.

Tentu saja. Baru berapa purnama yang kuhabiskan dengannya?

Apa hal yang ia suka dan tidak suka? Apa aku tau? Tidak. Sama sekali tidak.

Aku hanya tau, aku sangat ingin ia baik baik saja.

Iya. Itu saja.

Aku selalu mendoakanmu. Itu bukan karena aku akan bahagia melihat mu bahagia. Tidak. Mendoakanmu mungkin hanya bentuk keegoisanku yang masih ingin mematri mu dalam hati ini. Setidaknya, saat kau pergi, hanya mendoakan keadaanmu pada Tuhan , yang bisa kulakukan.

Kini kau kembali, aku masih saja mendoakanmu. Mendoakan kebahagiaanmu, mendoakan serpihan mimpi mimpi mu, medoakan keadaanmu. Kenapa?

Aku belum menemukan jawaban pasti.

Mungkin, karena itu kebiasaanku saat kau pergi selama 37 hari minus 2 hari.

Mungkin juga karena ketidak-tulusanku yang ingin Tuhan menakdirkan kau hanya untukku.

Mungkin. Iya mungkin saja.

Tapi lama aku merenung, mendoakanmu. Kenapa?

Karena ternyata itu bentuk keegoisanku.

Aku tidak bisa tenang tanpa menyelipkan namamu dalam doa doa ku. Aku sungguh egois aku tau.

Aku ingin hatiku tenang, maka aku mendoakanmu.

Baiklah.

Maafkan aku yang begitu egois, tuan.

Tapi setidaknya, aku tidak mendoakan kebersamaan kita untuk selamanya, tenang saja.

Justru aku berdoa, jika ada perempuan lain yang lebih menyukai mu daripada aku, ada perempuan lain yang akan sangat bisa membuatmu bahagia di kehidupan ini, dengan ia saja kau hidup berdampingan.

Ku katakan sekali lagi, mendoakanmu hanyalah keegoisanku, agar aku tenang.

Bukan, bukan mencintaimu.

Aku hanya tidak ingin melihat kau tidak baik baik saja, tuan.

Meski kadang aku berdoa semoga yang terbaik adalah selalu beriringan,

Tapi aku sering berdoa, agar kau hidup berdampingan di dunia ini dengan orang yang paling dapat membuatmu bahagia.

Jika ada sebuah kehidupan lagi yang Tuhan takdirkan ada aku dan kau disana. Dan sebelumnya aku akan meminta pada Tuhan begitu. Dan saat bertemu Tuhan, aku akan tambahkan doanya,

Semoga, orang yang paling dapat membuatmu bahagia, yang akan mengisi hari hari mu itu, adalah aku.

Iya. Suatu saat jika aku bertemu dengan Tuhan.

p.s : aku akan merengek pada Tuhan untuk memintanya, pasti Tuhan akan iba padaku. Tolong jangan ikut campur urusanku dengan Tuhan ya, jika kau punya doa lain pada Tuhan, silakan saja, tapi tidak perlu memberitahu aku. Mengantisipasi doamu yang sangat bertolak belakang denganku, aku takut akan menangis. :)

Thursday, March 11, 2010

saat kau kembali

nowplaying - marcell - takkan terganti


meski waktu datang dan berlalu sampai kau tiada bertahan,
semua takkan mampu mengubahku,
hanyalah kau yang ada di relungku
hanyalah dirimu mampu membuatku jatuh dan mencinta
kau bukan hanya sekedar indah
kau tak akan terganti

hari ini, lagi, aku melihat profil mu.
melihat gambar mu disana.
melihat senyum mu -yang kurindukan-

kau bertanya (entah untuk siapa)
tapi jika berkaitan dengan aku.

aku berkata, aku akan selalu mendoakan.
jika kau bertanya, apa yang didalam doa itu kau,

aku mungkin tidak akan menjawabnya.
aku mungkin hanya akan berkata "memang untuk siapa lagi?"

memang semudah itu kah aku berganti hati?
apa semudah membalikkan telapak tangan?

dan sepanjang kelas ekonomi sumber daya alam tadi aku berpikir.
berpikir tentang kau.
saat kau kembali,

memang aku akan punya jawaban apa?
apa yang aku katakan, apa yang akan aku lakukan, apa yang mestinya aku rasakan.

apa kau sungguh telah menyakitiku?
kenapa?

kenapa kau menyakitiku kalau begitu?

memang, aku tersakiti?
tidak juga.
saat kau kembali.

apa yang akan terjadi?

Thursday, March 4, 2010

will he be back

ini untuk seseorang dengan cardigan coklat.


iya ini untuk dia.
entah kapan bisa dia baca, atau dia tau, memang dia perlu tau?

bukan aku melebihkan situasi, tapi situasi nya ternyata memang berlebihan.
aku bingung harus memulainya darimana.
aku telah kehabisan banyak kata untuknya.
aku telah kehabisan waktu untuk mengingatnya.
aku telah kehabisan rasa untuk merindukannya.

yang pasti, semua pesan singkatnya, yang berjumlah sekitar 782 itu tidak bisa aku hapus, tidak mungkin, atau tidak mau tepatnya.
tapi juga, aku tidak bisa melihatnya, aku tidak pernah membukanya.
nomor nya pun sudah aku hapus (meski aku sudah sangat ingat dalam otak)
aku tidak tau kenapa aku begitu pintar untuk mengingat nomor orang orang (doh!)

inbox ku tidak pernah bertambah.
tetap sekitar 816 saja. itu terbagi untuk pesan dari sahabat sahabat.
dan saat ada pesan baru, automatically i delete. haha.

mestinya aku hapus kah?

gak tau. had no idea.

sampai detik ini aku masih berharap dia akan kembali.
dan aku akan bilang, "you know how weak i was without you"

aku kira saat aku ketemu dia -dipertemukan tepatnya-
Tuhan takdirin aku sama dia.

sampai detik aku nulis ini, aku masih selalu membuka profil nya.
masih melihat recent activity nya.

aku masih sangat ingin tau kabarnya.

fika, aku bingung apa yang ingin aku bilang.

saat doa atau saat sesi curhat dgn siapapun.. aku maunya apa?

ini kan mestinya hanya seperti cabut gigi.
iyaa,
seperti cabut gigi saja.

akan terasa sakit sementara, dan ada yang hilang, terasa janggal, tapi kita toh tetap harus makan, haru melanjutkan hidup.

mestinya begitu.

mestinya.

fika,

fika,

dan aku hanya bisa manggil nama kamu tanpa tau yang mau aku bilang.

just need to see you badly, soul.

i guess i am fine, kok. ^^

oh ya, kemarin aku pulang kan, aku nemu banyak bgt plat motor dan mobil dgn inisial HP, HD, HB,

you know? that day i was betting with God, if i found his initial name, he'll be back.

fik,
will he be back ?

Thursday, February 18, 2010

Sebuah Doa Baru

“…boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.S. Al Baqarah : 216)

Seandainya Tuhan bisa salah.

Tapi tidak, itu tidak akan terjadi. Tuhan tidak pernah salah. Apapun dari Nya adalah benar dan selalu benar. Jika tidak sesuai keinginan, berarti keinginannya yang salah, dan bukan pada keputusan Tuhan.

Berkali kali aku coba meyakinkan diriku atas kalimat itu. Kalimat yang kudapat sendiri karena aku sangat percaya pada Tuhan ku. Aku masih sangat percaya bahwa Tuhan punya sesuatu yang indah untukku dengan memberikan takdir yang seperti ini.

Awalnya aku percaya, takdir adalah sebuah pilihan. Tapi belakangan, ada hal hal yang memang tidak bisa kau pilih, mungkin kau masih bisa memilih bagaimana menjalaninya, tapi ada “given condition” yang selalu menyertai, keputusan Tuhan. Keputusan Tuhan adalah mutlak benar adanya.

Seandainya Tuhan bisa salah.

Untuk kali ini saja, aku berharap Tuhan sedang salah.

Maaf, Tuhan.

Aku sangat merindukan orang itu.

Dan aku semakin merindukannya karena aku tau, untuk kemudian di keesokan hari dan keesokannya lagi, aku tidak dapat lagi bercengkrama ataupun bersua dengannya.

Seandainya Tuhan kali ini salah, aku mungkin akan menjadi orang paling bersyukur atas hal itu.

Aku ingin kali ini saja Tuhan telah salah dengan tidak menakdirkan aku menjadi pendampingnya di kehidupan ini. Satu kali ini saja.

Mungkin jika perlu salah berkali kali, akan banyak hal yang sangat ingin aku ubah, tapi aku hanya minta yang ini saja. Tuhan, aku tidak bisa bayangkan bagaimana aku tidak lagi mendapatkan ia mengisi relung hatiku.

Bukan tidak bisa mengusirnya, tapi aku tidak mau. Aku tidak dapat bayangkan ada pelangi lain yang menghiasi hatiku. Tertanam seberapa dalamkah ia di hatiku, aku tidak pernah tau jelas. Aku hanya tau aku hanya ingin terus mendapati ia saja yang mengisi relung hatiku.

Seandainya Tuhan bisa salah, tentu saja akan ada banyak hal yang orang orang ingin ubah. Maka itu telah kau mutlak kan, bahwa, Kau tidak pernah salah. Apapun dari Mu adalah yang terbaik.

Aku, diriku, Tuhan, meminta maaf dengan sebenar benarnya. Tapi aku mungkin tidak ingin yang terbaik. Kadang aku hanya ingin, apa yang menjadi keinginanku. Pasti ini salah, tentu saja. Dan aku adalah orang sesat yang terus menceburkan diri dalam kesesatan. Tapi Tuhan, suatu waktu aku sadar apa yang kuinginkan.

Keputusan Mu tidak menakdirkan aku di kehidupan ini sebagai pendampingnya, tapi izinkan aku untuk tetap mematri ia dalam hati ini.

Izinkan aku mendoakan kebahagiaannya. Izinkan aku terus mengingatnya, mengingat cerita perjalanan kami hingga harus terhenti sampai disini atas kehendak Mu.

Izinkan aku terus mencintainya dengan caraku, terlepas dari seperti bagaimana itu cinta.

Aku hanya ingin dapat menjadi orang di kehidupan ini yang tidak pernah menyesal untuk pernah mengenalnya. Awalnya aku kira, untuk apa Tuhan takdirkan aku mengenalnya, jika bukan untuk menjadi pendampingnya dengan resmi di mata Mu dan di mata dunia. Tapi belakangan, aku telah mengubahnya sedikit.

Mungkin Tuhan takdirkan aku mengenalnya, untuk terus dapat mendoakannya darisini, tempatku yang tidak sama dengannya. Untuk bisa terus mengingatnya begini, caraku untuk mencintainya.

Tuhan, aku tau Kau tidak akan pernah salah, tapi aku juga tau, Kau lah yang akan paling mengerti atas perasaan ini.

Mungkin ini akan hanya jadi perasaan sesaat yang untuk kemudian akan hilang. Satu minggu kemudian, satu bulan, satu tahun, sepuluh tahun. Aku akan hidup normal. Aku akan menikah, punya anak dan suami yang sangat mecintaiku dan sangat kucintai.

Tapi Tuhan, aku titipkan satu doa ini saja padamu, aku hanya ingin tetap mencintainya dengan sebanyak banyak sisa cinta yang kumiliki setelah aku akan memiliki banyak orang yang kucinta.

Jangan biarkan ia pergi begitu saja dari hati ini seperti orang orang lainnya yang menjadi angin liar.

Orang bijak berkata, hidup adalah pilihan bukan?

Aku memilih sekarang Tuhan, aku memilih untuk tidak ingin menghapusnya dengan “given condition” seperti ini. Dan kembali aku berdoa hanya pada Mu, hanya pada Mu. Aku tidak ingin menghapus setiap detail perasaan aman dan hangat ketika aku bersamanya, Tuhan. Meskipun telah Kau putuskan, bahwa aku tidak bisa berada disampingnya, seandainya Tuhan bisa membuat kesalahan.

Aku tau Kau mendengarku. Aku sangat tau.

Kini, mungkin hanya ini yang aku minta.

Pengisi relung hati lain yang akan menjadi orang resmi di mata Tuhan dan dunia untuk menjadi pendampingku, tolong bahagiakan ia bersamaku. Jika ia benar takdirku.

Aku tidak pernah bermaksud tidak mencintainya, aku akan mencintainya. Sungguh, dengan sebanyak banyak sisa cinta yang kumiliki.

Tapi Tuhan, dengan segala kerendahan hati, dengan pengakuan bahwa Tuhan tidak pernah salah. Aku harap, jika nanti Kau akan membuat satu kehidupan baru, dimana Kau pun berniat menakdirkan aku bermain kembali dalam hidup itu. Izinkan aku bertemu dia lagi.

Dan kali ini, aku sangat meminta, tolong takdirkan, putuskan sejak awal, bahwa aku akan menjadi orang yang paling mencintainya di kehidupan tersebut, sehingga aku akan ditakdirkan menjadi pendampingnya dengan resmi di mata Tuhan dan dunia. Dan untuk kehidupan selanjutnya dan selanjutnya lagi.

Atau jika hidupku hanya sampai di surga (setelah terkungkung lama dalam neraka mungkin), tolong pertemukan aku dengan dia.

Dan jika. Jika dia tidak berkehendak untuk bertemu denganku di kehidupan manapun setelah kehidupan ini, tolong pastikan ia benar benar baik baik saja. Dan aku berjanji hanya akan meminta untuk mengintipnya sesekali dari balik pilar pilar surga. Izinkan aku terus mencintainya dengan caraku, Tuhan.

Dan ingatkan aku, bahwa aku sangat ingin bertemu dengan Mu, Tuhan. Aku hanya ingin bertanya, kenapa Kau takdirkan aku mengenalnya, jika pada akhirnya aku harus memiliki perasaan begini sendu padanya, namun sekaligus aku tidak bisa mendapati pilihanku untuk menjadi pendampingnya?

Karena sejak awal mengenalnya, aku kira Tuhan memiliki rencana indah atas aku dan dia. Namun jika memang tidak, aku punya pembelaan untuk Mu, Tuhan. Mungkin aku bukanlah orang yang paling mencintainya di kehidupan ini, sehingga, ada orang yang lebih pantas mendampinginya. Iya, dulu itu doaku pada Mu kan Tuhan?

Baiklah, kalau begitu, Tuhan yang tidak pernah salah, izinkan ia bahagia di kehidupan ini ataupun berikutnya. Beri ia pendamping yang benar dan tulus mencintainya, tanpa pamrih apapun.

Dan aku, ingin tetap mencintainya seperti ini, dengan caraku.

Wednesday, January 6, 2010

WANITA VIRGO (DIRA SEKALI)

Apa yang khas dari wanita Virgo? Pada umumnya mereka memiliki tinggi badan di atas rata-rata. Tergolong tinggi, langsing, ramping dengan penampilan yang begitu sempurna. (hahah, aminn)

Wajah oval, dengan dahi tinggi dan jarak antara kedua mata lumayan jauh. Tatapan matanya bisa menembus langsung. Wanita ini seolah-olah memang ingin menemukan kebenaran dan melihat kenyataan apa adanya. Kalau dia mengatakan A maka kenyataannya memang A. Tak ada maksud tersembunyi pada wanita ini. (tepat!)

Rambut mereka umumnya hitam dan indah. Hidung tegak dengan ukuran normal. Sedang kakinya yang panjang nampak seperti batang pohon yang masih muda, luwes dan lentur. Dia suka menari untuk menjaga keindahan tubuh. (gak juga ah)

Akibatnya otot-ototnya punberkembang dengan indah. Meski umumnya wanita Virgo memiliki kaki lebar, tapi sungguh tidak kelihatan kaki itu lebar. Ukuran kakinya proporsional untuk menopang tinggi tubuhnya yang memiliki otot kuat. Bibir atasnya penuh, dengan ekspresi wajah bijaksana dan tekun. Yang jelas, Anda hampir tidak akan pernah mendengar wanita ini "ngrasani" orang lain di belakang punggung atau terlibat dalam segala macam gosip.

Anda dapat mengenali wanita Virgo ini dari caranya berjalan. (bener lagi)
Cepat, mantap dan tegap. Dia memiliki cara agar selalu nampak cantik, menarik dan rapi. Bahkan letak rambutnya pun teratur. Akibatnya ia sering frustrasi karena keinginannya untuk tampil sempurna, padahal bagi orang lain sudah cukup. Toh, bagi mereka tidak ada yang tidak mungkin dijadikan lebih sempurna. Maka dia tetap saja melanjutkan pencariannya demi kesempurnaan. (hhehe)

Kepribadiannya menarik. Mereka intelek. (amin)

Mereka merasa menemui kesulitan hidup bila harus menangani sesuatu yang berliku-liku dan salah. Dia butuh partner yang mencintai dengan sepenuh hati. Dia bukan pencemburu dan tidak posesif. Yang dibutuhkannya, kedalaman dan hubungan cinta yang penuh arti. Dia bukan jenis orang yang mudah untuk diajak menjalin hubungan jangka pendek ataupun affair.

Jika wanita ini tidak sungguh-sungguh 'ada rasa', makasulit baginya untuk terlibat secara intim. (indeed)
Tapi bila muncul pria yang tepat, maka pria itu menjadi segala-galanya bagi wanita ini.(indeed lagi)

Wanita Virgo tidak bisa mendengar bahasa yang buruk. Dia akan merasa shock bila kata-kata kotor dan tidak sopan bertebaran di sekelilingnya. Dia sama sekali tidak dapat mendengarnya. (exactly)

Bagi wanita ini, tidak ada alasan mengapa pria tidak dapat berlaku sebagai gentlemen. Dia sangat suka bila pria membukakan pintu baginya atau membantunya melepas jaket. Dia senang bila barang-barangnya dibawakan, atau dipanggilkan taksi. Itu merupakan keharusan baginya. Dia orang yang sangat feminin meski mandiri. Dalam menjalin hubungan, baginya lebih baik tidak ada kedekatan secara fisik daripada harus terlibat dalam suatu affair yang dirasa tidak baik baginya. (sangat amat dira..haha)

Dia punya daya ingat menakjubkan. (mau tanding fik?)
Dalam bisnis atau dalam kehidupan pribadi ia juga sanggup membawa rahasia sampai mati. (insya Allah)

Dia wanita yang dapat dipercaya tapi tidak suka membicarakan soal-soal pribadi baik mengenai dirinya sendiri maupun mengenai Anda. Meski ia bukan seorang yang teguh memperjuangkan sesuatu, tapi dia akan menempatkan diri sebagai oposisi dan melontarkan banyak kritik. Itulah masalah besar baginya. Wanita ini mengharapkan kesempurnaan dari orang lain, sehingga cukup banyak 'mencoba' mencurahkan dirinya dengan tanpa batas. Dia akan mendekati suatu soal yang sangat sulit dengan cara yang praktis dan halus.

Wanita Virgo tidak bersifat emosional, kecuali untuk rasa cintanya yang mendalam. Dia menganggap dirinya memang dilahirkan untuk bahagia, melayani dan mengajar. Dan dia bisa menikmati setiap fase kehidupan yang dijalaninya.

Dalam hal berpakaian, dia menyukai warna-warna dasar seperti biru laut, hitam, abu-abu dan warna-warna yang memakai warna dasar itu. (hahha, persis)
Enak dipakai dan enak dipandang adalah tujuannya. Apalagi bila dikombinasikan aksesori yang baik. Permata tidak terlalu penting baginya. Tapi bila memang diperlukan sebagai aksesori, dia mau yang asli atau variasi lain yang berharga sangat mahal. Akibatnya, wanita ini sulit mendapatkan pasangan karena terlampau idealis.

Bila Anda ingin diet, ajaklah dia sebagai teman makan malam. Dia akan senang bepergian dengan Anda, karena makanan yang sehat dan diet itu. Tapi dalam kenyataannya, bila hidangan menimbulkan seleranya, maka dia akan menerjang. Dia senang menyiapkan makanan dan menatanya dengan menarik. Makanan yang disediakannya juga sehat dan baik. Wanita ini suka keju asli. (hahahha)

Cologne kesukaan wanita ini adalah yang memberi rasa segar, wangi dan bersih. Sabun halus yang baik untuk kulit, ditambah dengan minyak atau cairan pelembab untuk menghaluskan kulitnya. Tubuh dan jiwa sangat penting baginya, sehingga tidak cukup waktu untuk memelihara keduanya. Hanya bila emosinya terganggu, maka dia akan mengabaikan hal-hal penting. Tapi dia akan segera mendorong diri sendiri untuk bangkit kembali. (hope so)

Karena besar minatnya terhadap makanan, maka wanita ini sering dapat dijumpai di tempat-tempat yang menyediakan makanan dan melayani dalam skala besar. Seperti di pusat kesehatan atau bahkan di supermarket. Wanita ini dikenal selalu memiliki alasan logis, suka mengabdikan diri sebagai pelayan bagi orang lain. Karenanya Anda juga dapat menjumpainya di lembaga-lembaga sosial. Bukan sebagai suka relawan, melainkan sebagai administratur atau organisator yang mengelola supaya lembaga itu dapat berjalan. Dia mengerti uang dan dapat mengelolanya dengan baik, tapi tidak menganggap penting menjadi kaya.(tepat!)
Baginya, uang hanya diperlukan untuk sesuatu supaya menjadi lebih baik. (right)

Wanita Virgo juga bisa menjadi ahli diet atau ahli gizi. Ia juga bisa sukses menjadi dokter, perawat, tenaga laboratorium atau ahli geologi, semata karena wanita ini suka mengerjakan sesuatu yang penting, njelimet, dan yang berguna bagi orang lain.
Sebagai sekretaris dia sangat sempurna. Maka bila memiliki atasan yang simpatik dan mendorong kemajuannya, wanita ini akan sangat setia dan bertahan terus dengan orang yang dihormatinya. Biro Personalia juga sangat cocok baginya, karena dia suka membantu orang lain hingga menemukan tempat yang tepat. (ekonom gimana nih? haha)

Banyak penulis terkenal berbintang Virgo.(AMIINNN!!! bangett.. haha)
Misalnya, penulis kritik film atau pengisi kolom editorial. Dan tidak pandang apakah Anda masih menyebutnya sebagai pendatang baru ataupun ahli dan konsultan, wanita Virgo sangat berhasil dalam bidang ini.

Dalam olahraga, wanita ini tertarik tapi tidak terjun. Sepakbola, basket dan tenis menarik tapi tidak penting. Yang digemarinya, yoga dan gymnastic. Kalau dia menyukai ski, itu karena dilakukan di alam bebas yang masih bersih. (gak juga, i love basketball :))

Cara mendekati wanita Virgo berbeda dengan wanita lain. Anda harus yakin betul tentang dia. Yang paling baik, bertemu dengan cara seolah tidak sengaja atau melalui teman lain yang sama-sama dikenal. (tepat! ahha)
Anda bisa ketemu di kelas, di perpustakaan, di tempat kursus ataupun seminar tentang psikologi. Yang penting, perhatikan pakaian yang Anda kenakan. Bersih dan menarik. Tidak terlalu warna-warni atau mencolok. Kuku juga harus dipotong rapi dan bersih, wajah bersih, rambut bersih dan tubuh berbau harum serta segar. Berikan kesan padanya, Anda memang memperhatikan kesempurnaan seperti dirinya. (hahahha, persis pisan)

Anda dapat ngobrol dengannya tentang apa saja termasuk situasi dunia. ( ^^ )
Jangan lupa memberi kesempatan padanya untuk menunjukkan betapa dirinya seorang pemikir yang logis. Mainkan kritik dengannya dengan cara yang menarik, dan tetaplah menjadi gentlemen. Bila ingin minum, sebaiknya milk saja dan jangan kopi karena baginya tidak sehat. (tapi aku suka kopi kok..)
Tarikkan kursi baginya, bantu melepaskan jaketnya karena sikap yang manis sangat penting baginya. Jangan tergesa-gesa. (hahhaha, pisaaann)

Setelah sedikit bicara dan ingin pulang, antarkan dia hingga menemukan kendaraannya. Bukakan pintu mobil. Setelah itu ketuklah kaca mobil dan tibalah saatnya Anda menawarkan padanya untuk ikut yoga bersama Anda. Katakan, Anda memiliki ruangan yang pantas untuk ditengoknya. Dia akan menerimanya. (daydreaming kayaknya dapet cowo kyagini hahah)

Wanita Virgo umumnya sangat memperhatikan penampilan hidup yang baik. Penampilannya yang nampak awet muda dan bentuk tubuh terpelihara, menunjukkan dia memang menjaganya. Jadi, dengan sedikit meditasi yoga dan pengambilan posisi yang memungkinkan untuk bersentuhan, siapa tahu ada kelanjutannya? (hmmm, masih mikir untuk kebenaran yang ini)

Ia bukanlah malaikat tanpa cela, karena terkadang ia akan sangat keras, bagaikan baja. Walaupun ia cukup mudah putus asa, ia tidak akan pernah menangis karenanya. Dia adalah tipe pemalu, maka jika ia harus berbicara didepan umum, maka dia akan sangat gugup, walaupun ia dapat berjalan dan berbicara dengan penuh percaya diri.

Ia hanya mencari cinta sejati, bukan hanya sekedar cinta. Model cinta yang diinginkannya adalah model ideal. Ia suka beranggapan bahwa tidak ada orang yang lebih rapi dan efektif daripada dirinya, yang sebenarnya malah terkadang membuat anda jengkel, karena sebenarnya tidak ada hal seperti itu.

Ia menyukai kata-kata manis, tetapi terkadang ia dapat kelepasan bicara dan mengatakan sesuatu yang tidak anda perkirakan, bahkan tidak dapat anda terima. Ketika ia sudah berhenti marah, ia akan benar-benar lupa apa yang baru saja dikatakannya, dan kembali menjadi sesosok malaikat. Jika anda berkencan dengannya, lebih baik anda datang tepat waktu.

Bunga dan rayuan manis akan dapat membuat dia merasa tenang. Jika anda ingin meminta maaf, lakukanlah secara langsung dan tidak berbelit-belit. Jangan membuat permintaan anda bertele-tele dan membosankan, sampai akhirnya kencan anda menjadi acara berbaikan, hal ini dapat menyeret anda ke perang dunia berikutnya.

Ia suka melihat cowoknya tampil rapi dan bersih. Ia sangat mendetil, terutama mengenai uang. Jangan membuatnya berpikir bahwa dia lucu atau melawak seperti badut. Pada saat perkenalan pertama dengannya, jangan banyak melirik wanita lainnya. Pada awal berpacaran, jangan terlalu sering memeluk dia dipedan umum, karena hal itu dirasanya kurang baik.

Ia menyukai buku, drama panggung, dan musik, dan juga suka mengkritik penampilan mereka. Kritikus wanita adalah ikon bagi dia, termasuk juga hal-hal kecil dan besar dalam kehidupan, misalnya rambut, baju, dan cara jalan anda. Jika anda jatuh cinta padanya, usahakanlah menjadi sesempurna mungkin.



HAMPIR SEMUANYA BENAR ! hahahah, that's me, :P

Tuesday, December 29, 2009

Tuan Pemuda Yang Wangi

Fika, ^_^

Yang mengirim pesan singkat duluan itu dia.
Yang mengirim ucapan selamat pagi rutin itu dia lebih dulu.
Yang sering bertanya, “hows your day?” itu dia duluan.
Yang tersenyum padaku, dia lebih dulu.
Yang mengetuk hati aku, dia dulu, tidak kuundang.
Baiklah, mungkin aku salah, telah mengizinkannya masuk. Hmmmm. Dira nya fika yang bodoh. ^^v.

Aku hanya tidak ingin dia pergi, fika.

Waktu fika bilang, dia tidak kemana-mana, aku sangat….lega. sungguh.

You, you always know me. I’ll always need you, my half. ^^

Tapi fika, aku sangat takut dia pergi. Meski fika sudah bilang begitu. Aku masih saja takut.

Kalau begini terus, bisa bisa aku ingin memiliki dia, agar dia tidak pergi kemana-mana. Hummm.
Bodoh!

Fika, terimakasih. Terimakasih. Terimakasih.

Aku tidak tau, apa jadinya aku tanpa fika. Hmmmmmmmmmmmmmm. Wanna hug you!!

Hey, curang sekali ini.

Disana, si “Tuan Pemuda yang Wangi” sedang tidur nyenyak setelah mendengarkan peterpan barangkali, sedangkan disini, aku menangis. Huhhhh!!

Curang! Benar benar dia ini!

Hhhhh. Dia yang datang padaku lebih dulu, sekarang yang tidak bisa tidur untuk memikirkannya itu aku. Padahal aku tidak pernah minta ia datang kan? Dia dengan sukarela datang kan?

Hhhh. Ini tidak adil Tuhan….. ^_^

Hihihi.

“Tuan Pemuda yang Wangi”.

Dia jauh diatas langit katanya fika.
Semoga dia benar benar seperti langit kalau begitu.
Selamanya akan menaungi aku. Selamanya tidak akan pergi. Begitu doa nya boleh?
(semoga kau setuju)

Fika.

Hey iya!!! Kau harus nonton film ini!!! Oh God!!

Judulnya “More Than Blue : A story sadder than the sadness”

God! It makes me cry so bad successfully, girl!! Huhuhu.

Cinta itu tidak perlu bicara, maka itu, orang bisu pun bisa jatuh cinta. ^^

“apakah kau tau, aku mencintaimu ?
Ini bukan pilihanku. Tapi ini takdir.
Aku harus mencintaimu. Itu tugas dari Tuhan untukku.”

My favorite quote then. ^_^

Fika. Always be my best. Jadilah saksi hidup untuk semua kisah remaja aku. ^_^
I need you.
I love you. I need you because I love you, not its reverse ya. ;)

Mari kita ketemu lagi di surga ya. Fika dengan suami fika, aku dengan suami aku. :) amin!

Tuesday, December 22, 2009

SULITNYA MENJADI SEORANG PEREMPUAN

Sulitnya menjadi seorang perempuan.
Dia yang tidak dapat dengan mudah mengatakan “Aku suka kamu” pada orang yang padahal sungguh sungguh berada di depan matanya
Dia yang tidak mungkin dengan mudah mengatakan “maukah kau menjadi pendampingku” pada orang yang sangat ia ingin habiskan hidupnya bersamanya
Dia yang harus selalu menebak nebak dalam pikirannya ketika muncul satu nama di inbox nya yang berisi pesan “apa kabar?”dari seorang asing yang mulai membiasakan diri menjadi listener nya
Dia yang harus selalu bingung apa maksud dari pesan singkat “selamat tidur” lagi lagi dari orang asing yang entah kenapa seasing apapun ia tetap menjadi pikirannya
Dia yang harus siap untuk kehilangan orang yang mulai menjadi kebiasaannya suatu hari dengan alasan yang tidak –sangat tidak- jelas
Dia yang harus selalu waspada, apakah pemuda yang mendekatinya hanya bermain portofolio atau memang sungguh sungguh terhadapnya
Dia yang harus selalu repot akan pikirannya agar tampak tidak murahan dan tetap dalam proporsinya sebagai “yang dipilih”
Dia yang selalu merasa besar hati atas semua ucapan atau perkataan manis satu kalimat saja dari pemuda yang selama ini mendekatinya (bahkan dia masih ragu apakah pemuda itu benar benar mendekatinya atau mendekati teman baiknya)
Dia yang tidak mungkin dengan mudah membuka dua hati dalam satu waktu
Dia yang tidak dapat dengan mudah membiarkan “kebiasannya” itu pergi, dan kalaupun dapat menerima tentunya tidak mudah lagi menerima “kebiasaan” baru dalam hatinya
Dia yang selalu saja membagi pemikirannya akan statistik atau fisika dasar dan pesan pesan singkat berisi kalimat penyemangat
Huh,
Dia, perempuan.
Kenapa sulit sekali menjadi perempuan.
Kenapa harus se merepotkan itu.
Mestinya mudah saja.
3 hati dalam satu waktu, kenapa tidak?
Kenapa harus menjadi bingung, padahal belum tentu 3 hati itu akan benar benar masuk ke dalam hatinya lebih dalam.
Perempuan, yang selalu merasa ‘GR’ akan semua tingkah polah para pemain hati.
mungkin saja saat itu kau mempermainkan aku
Reff lagu itu mestinya perempuan pikirkan baik baik. ,
Jangan bermain main dengan hati perempuan. Sekali tersentuh ia sangat murah hati, dan sekali tersakiti akan sangat sulit mengembalikan kepingannya, karena setelah tersakiti, hatinya hancur. Hancur dan tak berbekas.
Perempuan. Tetaplah tangguh. Jangan mudah berbesar hati.
Kalimat ini khusus dikirim untuk perempuan yang selalu saja direpotkan dengan pikiran pikirannya. Perempuan itu aku !

19 TAHUN 4 BULAN HIDUPKU

Bagaimana aku harus mengatakan hal ini.
Sahabat, aku baru 19 tahun lebih 4 bulan menapaki hidup.
Aku tidak cukup tau apa apa diluar sana.
Entah ada apa dengan hidup diluar sana itu. Apa hanya berkutat dengan penanganan pemanasan global ataupun menangani masalah resesi perekenomian dunia akibat subprime mortgage.
Apapun itu, aku disini bagian dari dunia yang berputar. Bagian dari bumi yang siang nya tersinari matahari. Bagian dari bumi yang kata orang-orang sudah sangat tua dan sakit-sakitan.
Aku bukan dewi Aphrodite yang cantik yang dapat menggoncangkan dunia dengan senyuman.
Ataupun seorang seperti Indira Gandhi yang dapat menginspirasi banyak orang.
Atau seorang professor lulusan universitas Harvard yang dapat dengan brilian mengeluarkan ide-ide cemerlang untuk kemajuan dunia.
Aku hanya seorang mahasiswi universitas negeri di sebuah kota yang tidak punya sesuatu yang besar untuk diceritakan sebagai sejarah pada anak-anaknya kelak.
Tapi aku juga hidup disini. Bagian dari bumi yang berputar. Bagian dari bumi yang senantiasa mengelilingi matahari hingga hari ini.
Aku mahasiswi yang akan mengeluh kenapa setiap Rabu akan ada tugas dari dosen yang sungguh membosankan.
Aku mahasiswi biasa yang akan dapat nilai C saat ujian Statistika karena malam nya sama sekali tidak belajar.
Aku mahasiswi yang akan memperbaharui status facebook dengan kalimat kalimat cinta untuk ditujukan pada seorang pemuda yang sedang ku incar.
Iya, aku bukan manusia luar biasa yang punya impian mengubah dunia menjadi lebih baik.
Aku hanya manusia yang berharap esok akan hadir untukku dengan lebih baik.
Aku manusia yang berharap ketika tahun baru tiba tidak sendirian dan berharap ada teman kencan mengajakku ke bukit bintang atau sejenisnya.
Semoga, aku tetap dapat diterima dalam kehidupan meski dengan segala keterbatasanku.
Meski aku bukan wanita luar biasa seperti orang orang itu.
Semoga untukmu, aku dapat menjadi yang luar biasa, yang dapat membuat sedihmu hilang dengan satu senyuman.
Amin.
Aku harap, Tuhan dengarkan aku. 

Monday, December 21, 2009

SURAT CINTA UNTUKMU

Mungkin Tuhan sedang sangat sibuk sekarang.
Tentu saja.
Terlalu banyak masalah penting di kehidupan ini.
Pemanasan Global, Resesi Perekonomian Dunia, Virus HIV/AIDS yang semakin meluas, Tingkat Kriminalitas yang Meningkat, Konflik Israel dan Palestina, dan masih banyak lagi yang tidak akan habis dirundingkan satu persatu.
Tentu Tuhan sangat sibuk.
Masalah Presiden Indonesia tentu lebih rumit daripada aku yang hanya merengek karena tahun baru nanti tidak ada yang mengajak kencan.
Masalah Menteri Keuangan tentu lebih penat dibandingkan aku yang hanya kesepian karena tidak ada yang memberi perhatian lebih setiap malam (tidak seperti teman-teman yang lain)
Aku yang hanya mahasiswi biasa, perempuan yang tidak terlibat atas penatnya kehidupan dunia yang luas.
Aku yang hanya pernah Tuhan anugerahkan seorang pemuda yang tidak dapat kulupakan selama lebih dari 3 tahun.
Aku yang hanya merengek jika ada angin liar yang datang dan pergi.
Iya, Tuhan… aku sangat mengerti. :)
Aku juga tau, Tuhan tidak menganggap masalahku tidak penting kan? Hanya saja, masalahku -sangat- dapat di tangguhkan, tidak seperti sekjen PBB yang dalam satu minggu harus mengunjungi 6 Negara.
Nanti, saat Tuhan sedang tidak sibuk, tolong tengok daftar permintaanku ya, Tuhan.
Salah satunya, ada yang -menurutku- sangat penting.
Aku juga tau kok, walau Tuhan sangat sibuk, tapi Tuhan akan sangat sempat memerhatikan aku, menjaga tiap langkahku, menengokku sebelum tidur, aku tau, karena Tuhan, sangat sayang aku bukan?
Tuhan, sungguh terimakasih banyak. Sangat terimakasih.
Memberikan aku kesempatan untuk hidup dan mengenal Mu, memercayai Mu.
Tuhan, mungkin aku tidak seperti Aisyah atau Khadijah, tapi sebanyak banyak cinta yang ku miliki, itu untuk Mu, Tuhan, aku sangat mencintai Mu. Sekali lagi, terimakasih. :)

Sunday, December 20, 2009

DIMULAI DARI AKU

Dimulai dari aku.
Aku yang sedang bingung akan sikap ku sendiri.
Aku, baiklah, mungkin sudah cukup banyak manusia datang dan pergi dalam hidup sejak aku memutuskan melupakan kau-tau-siapa-.
Aku tidak pernah benar benar ingin melupakannya. Karena ternyata saat aku tidak memikirkannya, jauh lebih sulit dari yang kuduga. Kosong. Tidak ada yang kau doakan setiap setelah sembahyang magrib ataupun isya. Rasanya sungguh kosong.
Tapi karena perasaan takut terluka lebih dalam muncul terus menerus, iya, aku bertekad move on. Padahal bahkan, sampai aku masuk kuliah semester pertama, aku masih mengirim pesan singkat pada sahabat terbaikku, betapa aku masih sangat merindukan pesan “apa kabar harimu ini hari ini?”
Aku masih berkata betapa tidak bisanya aku menghapus semua pesan singkat darinya sejak kelas 1 SMA yang bahkan kini handphone nya telah ibu jual. Tragis. Pemuda itu tidak tau, aku disini menunggu janji setengah jam nya. Entah setengah jam yang keberapa ya, Tuhan.
Sejak hari itu, ada satu pemuda yang pernah masuk, tapi ternyata hanya angin liar. Bagus saja, hikmahnya, aku jadi tau, adanya seseorang yang akan datang sebagai “angin liar”
Dan entah sengaja atau tidak, tembok ini terbangun. Semakin hari semakin kokoh.
Aku pernah punya kekasih. Yang memang tidak begitu ku sukai (apalagi cinta)
Tapi aku adalah wanita yang berusaha menjadi wanita baik. Aku berusaha menyukai dia kok. Hingga ada suatu waktu, kami sadar, aku tetap tidak bisa jatuh cinta padanya, dan dia pun menyerah membuatku jatuh cinta.
Banyak orang, kawan. Telah banyak orang yang datang dan pergi.
Aku tidak suka keadaan ini, siapa yang bilang aku senang dengan keadaan seperti ini?
Hari ini aku bisa jalan dengan Mark, besok Peter, lusa James, besoknya lagi David hingga Craig dan Daniel.
Aku tidak suka. Sungguh.
Aku hanya ingin satu yang tinggal. Tinggal, membangun ruang baru.
Membuatku jatuh cinta, membuat hatiku berdebar saat mendengar namanya. Membuatku berharap dia adalah jodohku. Membuatku mendoakannya setelah sembahyang. Itu saja kok, Tuhan.
Aku tidak minta dia harus seorang anak presiden atau seorang lulusan Harvard University. Aku hanya minta yang dapat membuatku jatuh cinta setiap harinya, seperti sahabatku yang berkata tentang kekasihnya begini “dia itu ya, setiap hari selalu bisa ngebuat aku makin cinta sama dia”
Itu saja kok, yang seperti itu, dengan beberapa nilai C dalam transkrip nilai. Tidak perlu yang mmepunyai mimpi menggulingkan pemerintahan atau sebrillian Isaac newton.
I am a dreamer, perhaps. But I am not the only one, I think.
Untuk perempuan, itu cukup sulit untuk menerima seseorang masuk dalam kehidupannya, apalagi menghilangkannya.
Maka itu, tuan-tuan pemuda yang terhormat dan baik hati, mohon dengan sangat. Jangan membuat aku berpikir, kau menyukaiku, karena saat kau lakukan itu, mungkin saja aku akan jatuh cinta kepadamu dengan tidak ada duanya yang takkan bisa kau bayangkan.
Hmm, sebenarnya, ini mungkin hanya keegoisanku, yang tidak ingin terluka. Iya Tuhan, aku sangat tidak ingin terluka.
3 tahun itu bukan waktu yang sebentar kan? Untuk menghilangkan satu orang saja, hampir 3 tahun.
Usiaku sekarang 19. Jika kau benar-benar masuk lalu pergi, untuk menghilangkanmu, maka aku akan sampai usia 22 tahun?
Oh, come on! Aku akan menikah di usia 23 tahun, aku tidak mungkin mematri calon pendamping hidupku yang resmi di mata Tuhan hanya 1 tahun!
Jadi, tuan pemuda yang sangat wangi, jangan bermain-main padaku ya. Aku ini wanita bodoh yang dapat dengan mudah berbesar hati, tuan.
Tuan tentu sangat popular untuk dapat bermain dengan siapa saja yang tuan kehendaki.
Ehm, iya, belakangan ini, tuan tidak lepas dari pikiranku. Bahkan saat aku hendak tidur. Kecemasan luar biasa juga datang saat ada indikasi tuan mendekati wanita lain, aku juga berdebar saat melihat tuan, walau hanya lewat foto di facebook.
Dan, mungkin tepatnya, aku mulai terbiasa denganmu, tuan pemuda.
Terbiasa mendapat perhatian darimu, sms darimu, dan sebagai sebagainya.
Sungguh, anda membuat aku bingung dan sangat ragu.
Sekali lagi, jika hanya menganggap teman, jangan buat aku seolah special, atau membuat aku berbesar hati dengan seluruh perhatian itu.
Apalagi jika hanya bermain-main dengan aku, tolong, kembali saja pada duniamu. Karena untuk aku, suatu perasaan adalah hal terkhusus yang pernah aku ketahui. Jangan bermain-main atasnya. Terimakasih.

Thursday, December 17, 2009

ada apa dengan DESEMBER?

Tuhan, entah kenapa Desember kali ini terasa lebih dingin untukku.
Aku tau, mungkin, karena Desember kali ini aku sedang dalam tahap menolak keberadaan perasaan yang sesungguhnya aku perlukan.
Iya.
Sepanjang tahun ini, orang – orang datang dan pergi sekehendak mereka.
Hanya datang, lalu pergi, lalu kembali datang orang baru.
Bukan aku tidak suka.
Hanya saja, aku lelah harus menebak – nebak semua perlakuan berlebih orang-orang itu.
Yang kemudian setelah mereka pergi, aku harus kembali menata hati dan memperkuat dinding ini.
Demikian selanjutnya.
Dinding yang entah dengan atau tanpa sengaja terbangun ini semakin kokoh saja.
Aku juga tau, yang pertama tentu bukan dia, dan dia tidak akan jadi yang terakhir kan.
Sampai saat ini, aku hanya sedih untuk tidak bisa nya merasakan apa yang dirasakan oleh orang-orang pada ummnya.
Perasaan ingin memiliki dan dimiliki.
Perasaan tidak ingin kehilangan dan ditinggalkan.
Perasaan sangat ingin menghabiskan sisa usia dengan seseorang.
Yang kebanyakan orang-orang sebut ‘cinta’
Tuhan, aku tidak percaya akan cinta.
Disekelilingku, orang-orang hanya membicarakan cinta itu memiliki orang yang kita cinta dengan utuh dan sepenuhnya.
Mungkin itu benar.
Tapi kenapa harus dengan menyakiti orang lain?
Kenapa harus dibarengi dengan rasa takut kehilangan?
Kenapa harus dengan rasa takut bahwa kita bukan satu-satunya?
Kenapa harus dengan membuat orang lain berpikir bahwa dirinya adalah yang tersalahkan?
Jika cinta itu serendah itu, aku tidak percaya akan cinta Tuhan.
Aku tidak percaya cinta itu sesuatu yang indah atau besar.
Aku hanya percaya satu perasaan luar biasa yang tidak biasa, dimana tidak ada rasa takut dan hanya
perasaan nyaman bahkan walau hanya mendengar namanya.
Jika seseorang benar benar datang untuk mengatakan bahwa ia benar benar mencintaiku, aku hanya ingin bertanya padanya, bagaimana cara cinta itu bekerja?

Dear God, I don’t know why but the December this year is going colder.
I know, perhaps, in this December, I am in a way for rejecting the feeling which actually I need.
Yeah.
Along this year, people just came and went as they desire.
Come and go, then come a new person.
I don’t say I don’t like it.
I am just tired to guess all the way they treat me which makes me wondering.
Then they will go, and I have to set my heart back and strengthen this wall.
Then so on.
The wall that with or without is built is getting stronger.
I also know, the first is not him, and the last wouldn’t be him, right?
Until this day, I am just sad for not able to feel the way people feel in general.
The feeling for owning and being owned.
The feeling for afraid to lose and be left.
The feeling for spending the rest of the life with somebody.
Which mostly people call “love”.
Dear God, I don’t believe in love.
I was surrounding by people who talk that love is own the one we love in a whole and fully.
Maybe that’s right.
But why is it has to hurt somebody?
Why is it has to walk with the feeling afraid of losing?
Why is it has to be afraid that we’re not the only one?
Why does it have to make others think that they are the faults?
If love is all that poor, I don’t believe in love, God.
I don’t believe that love is something beautiful and big.
I just believe in one single feeling which is extraordinary, where there’s no afraid of anything and just a comfortable feeling in spite of hearing his name.
If someone really comes to tell me that he loves me so, I will just ask him, “could you show me the way love work?”

i just don't like to see your old diary

I just don’t like to see your old diary.
I don’t like to see your old notes about that girl.
I don’t like to know how beautiful that girl was for you.
I don’t like to know how smart that girl was to have you blinded.
I don’t like to know how nice her smile to chill you out when you got stuck.
I don’t like to know how high your dream about her.
I don’t like to know how big your love for her until you mentioned her name in every sentence you arranged.
And I don’t like to know how faith you were in waiting her.
I just don’t like it.
Then I come to realize that I am just your none.
What is my power not to like it, what is my power to say that I was very dislike it.
I just don’t like to know that I am not your first.
Until one day, my best friend told me –she always does-
Who is he in your life ? it’s not about who you are in his, it’s about him.
Is he the first for you?
Sure the answer is no.
Is your old diary not mentioning the name for some guys?
Then the answer is no.
Yeah, I come to understand.
It’s not about who I am in his. It’s about who he is in mine.
Good people not live for yesterday, they live for tomorrow which build a path from today.
Now I don’t mind about your old diary and notes,
I am just getting deal with you. How well you treat me. How big your desire to be with me.
I am your none right now, but you just had become my habit whether I want or not, you’re all I think about each day this moment.
I am not also dealing with the future. I don’t even too care what God plans on me and you.
I just hope, if God does really hear me.
Just don’t make me addict to you, if you’re just playing around on me.
Just don’t make me think much about you, if you’ll go and leave the pain someday.
Just don’t make me depend on you, if I am not going to be with you.
Just go without a trace, now, if you do really play with me.
Just don’t too much kind on me, if you treat it to all your friends, which means I am not special.
I don’t mean to put you out as a friend, you do really nice to be a friend.
But, I might fall in you with all you have done on me. Then I will be in pain for hiding this feeling.
Dear, Mr.
Let me know that I am the one.

DIA!

Seorang pemuda dengan wangi yang khas.
Aku mulai tertarik padanya karena semua perlakuan lembut dan perkataannya.
Ya. Dia pandai membuat wanita merasa tenang dan nyaman.
Aku tidak bilang ini adalah perasaan khusus yang tidak wajar, atau perasaan yang belum pernah ku kenal sebelumnya.
Mungkin ini adalah perasaan kesekian juta kali yang ku bagi dengan Tuhan.
Aku bingung hendak memulainya darimana.
Yang ku tau, aku telah mengenalkan pemuda ini pada sahabatku.
Sahabatku bilang, wajar jika aku merasa nyaman dengan dia. Sudah sepantasnya aku merasa nyaman, dan sudah waktunya aku membuka hati dan pikiranku untuk “pemuda baru”.
Saat aku mulai berencana untuk hal itu, tiba tiba saja pemuda itu pergi.
Pergi dan tidak memberi kabar sedikitpun.
Aku tidak mencoba menguhubunginya hingga satu waktu aku tersadar, aku telah kehilangan kebiasaanku.
Akhirnya aku menghubunginya.
Ya, respon darinya yang sungguh membuatku bingung harus kubalas dengan tanggapan seperti apa.
Selalu, dia selalu membuatku bingung.
Pemuda dengan wangi yang lembut,
Aku hanya takut, terlalu berketergantungan terhadapmu.
Bahkan sekarang rasanya janggal untuk tidak memikirkanmu.
Dan satu hal lagi yang kutakutkan, aku takut akhir dari cerita kau dan aku hanyalah kisah kisah berujung sesal, atau kosong.
Seperti kisah aku dengan pemuda pemuda lain sebelum kau.
Dan jika mungkin memang akan seperti itu,
Aku hanya minta pergilah tanpa jejak, tidak perlu membangun ruang baru nan indah.
Aku sudah cukup puas dengan ruang ini yang masih kosong dengan hiasan indah lengkap.
Pemuda dengan bahu tegap, terimakasih, setidaknya, sekarang, ada orang yang kupikirkan, kau.

untuk seseorang dengan huruf "A"

untuk seseorang dengan huruf A
saya tau, anda punya hidup yang baru bersama perempuan manis itu.
Saya sungguh tau.
Sedikitpun tidak pernah terlintas dalam pemikiran saya untuk melenyapkan cerita indah anda dengan dia.
Saya tidak turut berbahagia karena anda sungguh bahagia dapat mencintai perempuan manis itu namun saya juga tidak sedih karena disini saya masih terluka.
Jika hati ini dapat anda selami, akan terasa datar datar saja.
Saya tidak berpikir hidup dan cerita saya berakhir setelah anda pergi.
Saya hanya takut, anda benar benar tidak dapat pergi dari ruang di hati saya.
Jika itu benar begitu, selamanya saya tidak akan pernah bisa mengizinkan orang lain masuk.
Anda cukup banyak menyita ruang di hati saya, yang tidak terlalu besar.
Dan sebenarnya, tidak ada yang dapat anda atau saya lakukan atas hal ini.
Karena saya yakin dengan pasti, anda pun tidak ingin berada berlama lama dalam ruang hati saya. Haha.
Saya kira saya perempuan bodoh, setelah saya kehilangan sesuatu, maka saya akan dengan mudah melupakannya.
Seminggu setelah anda pergi, pasti terasa perih.
Lalu sebulan, saya akan mulai pergi dengan teman teman saya. Makan, menonton bioskop, pergi karoeke.
Enam bulan berikutnya, saya akan tertawa lepas tanpa anda.
Apalagi setelah satu tahun. Tentu saja, anda tidak ada apa apanya dalam hidup saya. Hanya sebuah kenangan yang patut di lihat kisah indahnya.
Awalnya saya kira seperti itu,
Ternyata, Ho ditolak.
Pernyataan dan perkiraan itu tidak benar. :)
Bukan saja 1 tahun, tapi 3 tahun pun, ternyata anda masih hidup disini.
Yang bodoh adalah saya.
Anda sudah punya hidup yang baru yang sangat indah.
Kenapa saya masih meratapi anda.
Menyita semua waktu saya.
Biaya peluang menyimpan anda dalam hati itu seharusnya rendah.
Hmmm.
Seseorang dengan huruf A.
Awalnya anda adalah pengganti seseorang dengan huruf H kan?
Yah, kita lihat besok apa matahari mau tersenyum pada saya.
Tentu aka nada pengganti anda, anda pun kan hanya pengganti. :)

Saturday, December 12, 2009

unclear

Kau tau hal yang paling ku takutkan dalam hidup?
Itu adalah jika aku berhenti memikirkannya, apalagi untuk tidak menyayanginya,
Aku sangat takut, sampai-sampai aku tidak ingin rasanya menutup mata untuk tidur. Aku takut, ketika kubuka mata, setelah baru saja aku bermimpi, aku takut bukan dia orang yang kupikirkan, aku takut bukan dia orang yang paling kusayangi.
Maka itu, tolong jangan suruh aku untuk melupakannya.
Karena bukan tidak bisa, tapi tidak mau.
Sekalipun sangat bisa, aku bahkan akan berusaha agar itu tidak terjadi.
Selamanya, bahkan lebih lama dari selamanya, aku hanya ingin menyayanginya.
Dia saja. Ku mohon Allah….
Aku sangat memohon padamu, Penguasa seluruh alam, Pencipta alam semesta.
Tolong Allah, jangan biarkan perasaan ini hilang.
Aku tidak bilang aku ingin berjodoh dengannya, tapi…
Aku hanya ingin terus saja dia yang paling kusayangi. Orang yang paling ku sayangi.
Alasan itu mungkin ada, tapi aku tidak ingin tau. Aku tidak perlu tau.
Aku puas hanya dengan tau aku menyayanginya.
Terimakasih Allah, Kau pertemukan aku dengan dia
Tapi sayangnya, di dunia ada hal hal yang pasti terjadi sekalipun kita tidak inginkan. Jika seperti itu aku tidak tau akan bagaimana?
Nanti itu dunia akan berubah kan?
Nanti itu akan seperti apa? Apa nanti itu aku masih akan mengingatmu? Atau tepatnya, masih inginkah aku mengingatmu?