home

Showing posts with label idea. Show all posts
Showing posts with label idea. Show all posts

Monday, April 12, 2010

Sebuah Catatan Kecil Untuk (yang ku sebut) Sahabat


Kota Dingin,

Purnama Ke Empat.

Untuk Sahabat (yang aku tidak punya sebutan lain untuk kalian selain itu),

Sahabat. Iya. Aku hanya punya satu kata itu untuk menggambarkan siapa kalian dalam hidupku.

Aku tidak tau awalnya, pertemuan kita dari hanya senda gurau dan tawa canda kecil dapat membawa kalian sangat menyempurnakan hidupku.

Kisah kisah remaja yang sempurna bersama kalian yang sangat tidak mungkin aku tepiskan begitu saja.

Kalian separuh hidupku. Dimana tanpanya, aku akan sangat lumpuh.

Kalian separuh jiwaku. Dimana tanpanya, seperti kesulitan bernafas.

Berlebihan ? mungkin iya bagimu. Tapi bagiku tidak.

Kalian benar benar adalah bagian tak terpisahkan dari hidupku.

Aku tau, kita akan punya hidup masing masing, dimana dalam sepersekian detik hidup itu, aku tidak terpikirkan dalam pemikiran kalian. Atau bahkan mungkin, ada kalanya satu kali 24 jam itu, aku bahkan tidak masuk dalam hitungan putaran otak kalian.

Iya, sahabat. Aku sangat tau.

Kita akan punya kehidupan kita masing masing, yang bahkan aku atau kalian tidak bisa masuk ke dalamnya.

Bukan kalian tidak mengizinkan, atau aku tidak berkenan, tapi memang tidak memungkinkan saja untuk aku atau kalian masuki kehidupan itu. Mungkin kali ini baru aku bisa menyalahkan situasi.

Kalian akan punya kekasih, yang akan menjadi hidup kalian, bukan separuh hidup lagi.

Kalian akan punya banyak tugas kuliah dari dosen yang amat menyebalkan, yang akan menyita sedikit demi sedikit waktu kalian bersamaku.

Kalian akan punya teman dan kawan baru di dunia dimana aku tidak ada disana.

Kalian akan punya kehidupan baru yang lain, yang aku tidak ikut serta berperan didalamnya.

Iya, sahabat. Aku tau. Karena aku pun disini sama. Aku punya semua hal baru yang kalian punya juga.

Sekarang, saat hujan dan mati listrik, aku tidak perlu lagi mengganggu kalian dengan teriakanku, karena ada kekasihku yang akan selalu mendampingiku.

Sekarang aku tidak akan lagi membebanimu dengan semua cerita panjang lebar dan keluh kesah ku, karena ada telinga lain yang siap mendengarku tanpa cacat, kekasihku.

Sekarang, aku tidak akan lagi ber”tidak jelas” mengirim pesan tidak penting mencari kesibukan karena aku sudah cukup dipusingkan dengan tugas kuliah dan ujian atau kuis setiap minggu.

Sesekali, mungkin aku akan mengingat kalian. Mengingat kebersamaan kita yang sempurna, dahulu.

Kita tidak berpisah sedemikian jauh. Karena kita masih sering bersua via media apapun (sekarang zaman canggih karena blackberry dan apple bukan lagi sekedar buah)

Tapi tetap saja, berbeda. Ini bukan kita yang dulu.

Tidak. Aku tidak meminta untuk mengembalikan semua kesempurnaan milik kita dulu.

Aku cukup bahagia, dengan memiliki kalian dan kekasih dan tugas kuliah ini. Hidupku masih terasa nyaman.

Aku hanya membayangkan. Beberapa tahun kedepan, apakah akan tetap sama, atau akan lebih banyak berubah?

Dan jika berubah, akan berubah ke arah mana?

Baru kekasih saja, sudah menjadi hidup, apalagi ketika ia menjadi suami?

Baru tugas kuliah saja sudah menyita pikiran waktu dan tenaga, apalagi pekerjaan kantor ditambah pekerjaan ibu rumah tangga?

Nanti, di dunia dimana kita sudah mapan dan punya hidup yang lebih baru, masih adakah celah di sepersekian detik waktu mu untuk memikirkanku, sahabat?

Nanti, di dunia dimana suamimu lebih sering merepotkanmu dengan keluhan kantornya, masih adakah kesempatan ku bercerita mengenai hidupku, sahabat?

Aku tidak meminta semua akan kembali seperti kita masih remaja. Tidak. Tentu aku tau itu akan sulit.

Hanya aku ingin kalian tau.

Sahabat bukan hanya sekedar kata untuk menyempurnakan kehidupan atau melengkapi kisah hidup. Bukan pula hanya untuk ajang pembuktian ke eksis an diri untuk men tag foto foto nya di facebook dan atau twitter dan plurk.

Lebih dari itu. Sahabat tidak hanya datang untuk melengkapi kisah hidup, tapi untuk memastikan bahwa tanpanya, kita akan lumpuh.

Dan untuk kalian,

Kalian tetap bagian yang tak terpisahkan dari kelengkapan hidup, dimana tanpanya, aku akan lumpuh.

Tolong ingat, bahwa aku selalu menyelipkan nama nama kalian di setiap sembahyang pagi siang sore atau petang. Meski hanya sepersekian detik dari begitu banyak doa yang kuminta untuk kebahagiaan hidupku sendiri bersama kekasihku (atau suamiku).

Tolong ingat, aku pernah sangat menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup kalian. Dimana aku selalu mengeluh dan membutuhkan senyum kalian.

Tolong ingat, bahwa tidak ada orang lain yang dapat ku percaya kecuali kalian saat kekasihku (atau suamiku) sedang sangat menyebalkan dan tidak bisa diajak diskusi.

Tolong ingat, bahwa selain kehidupan aku, keluarga kecilku (ayah ibu kakak adik) dan keluarga baru ku (bersama suamiku), kalian adalah poin berikutnya yang akan selalu terpatri dalam hati ini.

Tolong ingat, kita pernah sangat bahagia dengan hanya tertawa didepan tukang pop ice tanpa harus berjibaku dengan kekhawatiran akan menjadi apa dimasa depan.

Tolong ingat, bahwa hanya pada kalian aku bisa menangis tersedu tak henti ditengah hujan dilarut malam karena seorang yang kucinta pergi dari hidupkku (dan hanya pada kalian aku bisa seperti itu).

Tolong ingat, bahwa aku bisa menjadi diriku sendiri tanpa harus takut berkulit gelap dan atau tidak pintar dalam menggunakan handphone blackberry, atau bahkan tidak tau hanamasa itu tempat apa, hanya bersama kalian aku merasa baik baik saja.

Tolong ingat, bahwa dimanapun dan bagaimanapun kehidupan akan mengubah kita kelak, kalian tetap sahabat yang tidak pernah ku sesali keberadaannya.

Karena selain sahabat, aku tidak punya kata lain yang pantas untuk menggambarkan sebesar apa kalian berada dalam hidupku.

Semoga kalian memahaminya, sahabat. :)

Jika aku sangat ingin bertemu kembali di surga dengan kekasih hidupku (suamiku kelak), doa untukmu sama, aku ingin bertemu kalian lagi di surga. Amin.

Salam hangat,

Aku Yang Selalu Membutuhkan Kalian

p.s : Semoga Tuhan mengizinkan, untuk doa yang terakhir

Tulisan Sederhana Untuk Ayah

Ayah. Aku benar benar tersenyum ketika menulis ini.

Aku tidak tau, sudah berapa lama aku kehilangan akal pikiran sehat ku belakangan, karena aku semakin sibuk dengan tugas tugas kuliah yang melanda, juga beberapa chapter kehidupan baru di dunia yang baru saja ku geluti, atas bantuanmu.

Tapi aku tau, setiap aku pulang di penghujung senja, kau selalu menungguku dengan wajah khawatirmu yang kau sembunyikan dibalik kalimat “memang jalanan macet sekali? Kenapa baru pulang sepetang ini?”

Aku tau, kau selalu mengingatkan ibu untuk mengirimi aku pesan pulang jam berapa hari ini, karena jika pulang larut malam, aku akan dimasakkan air panas untuk mandi.

Aku tau, saat aku mengeluh bahwa aku banyak sekali tugas organisasi yang memaksaku pulang larut dan bahkan hari libur pun tidak bisa tinggal dirumah, kau selalu merasa ingin menarikku dari kehidupan baru itu namun tersembunyi dibalik tatapan tegas sambil minum teh hangat lalu berkata “ya harus tetap semangat dong, jangan loyo begitu, nanti kan disana juga have fun”

Ayah. Entah sudah berapa lama aku tidak melewati taman tempat dimana kau mengajari aku sepeda roda dua. Entah sudah berapa lama, aku tidak membuatkan teh manis hangat sepulang kau kerja atau sebelum kau berangkat, karena aku pergi lebih dulu darimu, dan pulang lebih larut darimu. Entah sudah berapa lama, aku tidak bercerita mengenai kehidupan yang sedang kujalani atau bercerita mengenai kabar hariku, kawanku, dan seluruh bagian hidupku.

Tapi dari semua hal yang ingin kumintai maaf, tolong dengar bahwa aku akan selalu sangat merindukan mu, Ayah.

Ayah, tolong restui aku bersama kekasihku.

Aku tau kau khawatir, apakah calon pendamping hidupku ini cukup baik untukku. Karena selemah apapun dirimu, kau selalu berusaha menjadi baik dan kuat dihadapanku.

Aku tau kau khawatir, apakah calon pendamping hidupku ini dapat bersiul girang sambil mencuci motor menemani aku yang menyiram tanaman saat minggu pagi. Karena kau bisa bersiul lagu lagu kesukaanku yang membuatku tawaku mengembang ditengah dinginnya pagi.

Aku tau kau khawatir, apakah calon pendampingku ini selalu dapat aku andalkan saat mati listrik dan hujan besar. Karena kau yang pasti akan selalu menjemputku ke tengah kota saat hujan lebat dan sudah larut, aku belum sampai rumah.

Aku tau kau khawatir, apakah calon pendampingku ini benar benar mengantarku sampai depan gerbang kampus atau kantor dan tidak menurunkanku dijalan. Karena saat kau mengantarku, kau benar benar selalu memastikan aku sudah masuk melewati gerbang kampus.

Aku tau kau khawatir, apakah calon pendamingku ini benar benar bisa membuatku selalu tersenyum setiap saat bahkan saat aku mengeluh ada banyak tugas dan kegiatan intra kampus. Karena jika aku mengeluh padamu, kau selalu menyembunyikan rasa ibamu padaku dengan senyuman tulus mu yang tidak pernah dapat kubeli harganya.

Aku tau kau khawatir, apakah calon pendampingku ini cukup bijaksana untuk selalu mengingatkan anakmu belajar dan tidak tidur larut. Karena setiap aku lalai sedikit saja, kau selalu menyuruhku belajar, dan saat sudah lampau larut, kau selalu memastikan aku untuk lekas tidur.

Aku tau kau khawatir, apakah calon pendamping hidupku ini berhati hati menyetir mobil, dengan kecepatan pelan dan tidak kasar mengendarai kendaraan. Karena kau selalu membawaku berkendara dengan kecepatan tidak lebih dari 55 km/jam dan sangat berhati hati melewati lubang lubang jalan.

Aku tau kau khawatir, apakah calon pendamping hidupku ini akan benar benar menjagaku dari binatang binatang rumah yang dapat membuatku teriak dikamar mandi. Karena saat aku ketakutan akan cicak atau kelabang, kau dengan sigap selalu mengusir binatang aneh itu jauh dariku.

Aku tau kau selalu khawatir, apakah calon pendamping hidupku ini benar benar orang yang tidak akan meninggalkan aku bahkan saat aku membanting pintu dihadapan mukanya karena kepalang kesal. Karena saat kau bertengkar kecil atau besar denganku, kau tidak akan pernah meninggalkan aku, melainkan selalu sabar menunggu aku kembali muncul dihadapanmu sambil terus (selalu) memaafkanku. Meski tanpa kalimat, namun pelukmu itu mengisyaratkan bahwa kau tidak pernah akan meninggalkanku.

Aku tau, ayah. Kau sangat khawatir, apa setelah aku memiliki kehidupan lain dimana aku membentuk keluarga kecil yang baru, apakah aku masih akan mengingatmu dalam setiap sembahyang ku. Karena selama apapun aku telah tidak bersenda gurau dengan ayah, selama apapun aku tidak bersua denganmu, kau selalu menyelipkan banyak namaku, dalam doa doa pagi siang malam dan petang mu.

Aku tau kau selalu khawatir akan keamanan dan kenyamanan ku.

Karena sejauh ini, satu satu nya pemuda yang dapat membuatku nyaman, dan sangat aman di saat apapun dan bagaimanapun, pemuda yang dapat ku andalkan disaat hujan lebat larut malam, hanya kau, ayah.

Ayah.

Sesungguhnya, tidak akan pernah ada yang bisa menggantikan ayah.

Tidak akan bisa ada yang begitu sempurna mengganti ayah dalam hidupku. Sekalipun kehidupan baru itu telah akuk bangun.

Karena ayah, tetaplah ayah yang sangat aku perlukan kehadirannya saat wisuda sarjana ku.

Karena ayah, tetaplah orang yang akan membuat senyumku sempurna saat aku berjalan menuju pelaminan.

Karena ayah, tetaplah satu satu nya pemuda pertama yang akan terus menjagaku bahkan meski hanya lewat doa doa kecil saat usiamu tidak lagi muda.

Karena ayah, tetaplah pemuda pertama yang terpatri dalam di hatiku yang keberadaannya tidak dapat tergantikan oleh siapapun.

Karena calon pendamping hidupku nanti, akan menempati ruang baru lain dalam hatiku.

Ayah, tidak perlu khawatir. Karena calon pendamping hidupku nanti, pastilah mesti seperti ayah yang selalu menjagaku.

Dan ayah,

Jika nanti aku telah membangun keluarga kecil yang baru,

Tolong jangan mengira aku akan melupakan semua hal hal kecil yang pernah kita lakukan bersama.

Aku akan menjadi ibu, aku akan menjadi istri,

Aku akan sibuk mengurusi ini dan itu.

Tapi aku berikrar bahwa aku akan terus menyelipkan nama ayah dalam doa doa siang malam pagi dan petang ku.


Dan ayah, dunia akan seperti apa atau bagaimana pun kelak,

Aku akan tetap menjadi gadis kecil ayah yang selalu membutuhkan pundak lenganmu, memerlukan senyum dan kecemasanmu, dan merindukan rangkulan hangat dan ciuman kening sebelum tidur.


Salam,

Gadis Kecil Ayah (yang sedang menapaki beberapa periode kehidupan)

Thursday, March 25, 2010

Pemuda di Purnama Kesepuluh

Baiklah. Seperti manusia kebanyakan. Aku tidak pandai merangkai kata atau kalimat, dan aku bingung harus memulainya darimana.

Ini terjadi di awal purnama kesepuluh dari satu putaran bumi pada matahari.

He came. He really came, indeed.

Seperti pernah mengenalnya? Tidak.

Seperti Tuhan menakdirkan ia untukku? Tentu saja tidak.

Aku menganggapnya sebagai sesama manusia yang butuh komunikasi antar manusia seperti yang lainnya.

Tidak ada yang spesial di awal purnama kesepuluh itu. Tidak ada sama sekali.

Hingga suatu waktu aku tersadar. Selama tiga kali perputaran bumi pada matahari, hati ini ternyata tidak ada yang mengisi.

Entah memang tidak terisi, atau terbiarkan kosong. Namun ternyata aku salah.

Sesungguhnya hati ini terisi. Terisi oleh manusia yang datang dengan selamat pagi nya di purnama kesepuluh.

Tidak ada yang aneh, dengan hal ini. Wajarnya, aku jatuh cinta.

Mengutip ungkapan Fahd Jibran

“seperti hujan

Aku jatuh cinta

Perlahan lahan

…

Seperti badai

Aku ingin mencintaimu

Sampai mati”

Rasanya sungguh sangat benar.

Dia pernah datang. Dan dia pernah pergi. Dan kini dia kembali.

Bodoh atau dungu kah aku, untuk menerimanya kembali dalam hidupku.

Hidup yang sudah ia tinggalkan. Hidup yang ia serpihkan keberadaannya.

Tidak merasa apapun untuk kata “sakit”, aku ternyata tidak sanggup untuk berkata tidak.

Betapa kau harus tau, aku tidak suka melihatnya meminta maaf.

Aku tidak suka melihat tangannya gemetaran menjelaskan alasannya untuk pergi.

Aku tidak suka memandang mata nya yang risau dengan kata “maaf” yang lirih.

Aku tidak suka mendengar suaranya rintih tertahan untuk kata “maaf”

“aku tidak terluka” ucapku padanya.

Iya. Aku tidak berbohong. Aku memang tidak terluka. Entah kenapa.

Mungkin Tuhan terlalu menyayangi aku hingga aku tidak ingat lagi rasa sakit karena terluka itu seperti apa.

Ini tentang aku. Dan dia. Sekarang.

Pemuda yang datang di purnama kesepuluh itu, kini benar benar menjadi hidupku. Bukan bagian hidup, tapi hidupku.

Berlebihan kah? Iya.

Tentu saja. Baru berapa purnama yang kuhabiskan dengannya?

Apa hal yang ia suka dan tidak suka? Apa aku tau? Tidak. Sama sekali tidak.

Aku hanya tau, aku sangat ingin ia baik baik saja.

Iya. Itu saja.

Aku selalu mendoakanmu. Itu bukan karena aku akan bahagia melihat mu bahagia. Tidak. Mendoakanmu mungkin hanya bentuk keegoisanku yang masih ingin mematri mu dalam hati ini. Setidaknya, saat kau pergi, hanya mendoakan keadaanmu pada Tuhan , yang bisa kulakukan.

Kini kau kembali, aku masih saja mendoakanmu. Mendoakan kebahagiaanmu, mendoakan serpihan mimpi mimpi mu, medoakan keadaanmu. Kenapa?

Aku belum menemukan jawaban pasti.

Mungkin, karena itu kebiasaanku saat kau pergi selama 37 hari minus 2 hari.

Mungkin juga karena ketidak-tulusanku yang ingin Tuhan menakdirkan kau hanya untukku.

Mungkin. Iya mungkin saja.

Tapi lama aku merenung, mendoakanmu. Kenapa?

Karena ternyata itu bentuk keegoisanku.

Aku tidak bisa tenang tanpa menyelipkan namamu dalam doa doa ku. Aku sungguh egois aku tau.

Aku ingin hatiku tenang, maka aku mendoakanmu.

Baiklah.

Maafkan aku yang begitu egois, tuan.

Tapi setidaknya, aku tidak mendoakan kebersamaan kita untuk selamanya, tenang saja.

Justru aku berdoa, jika ada perempuan lain yang lebih menyukai mu daripada aku, ada perempuan lain yang akan sangat bisa membuatmu bahagia di kehidupan ini, dengan ia saja kau hidup berdampingan.

Ku katakan sekali lagi, mendoakanmu hanyalah keegoisanku, agar aku tenang.

Bukan, bukan mencintaimu.

Aku hanya tidak ingin melihat kau tidak baik baik saja, tuan.

Meski kadang aku berdoa semoga yang terbaik adalah selalu beriringan,

Tapi aku sering berdoa, agar kau hidup berdampingan di dunia ini dengan orang yang paling dapat membuatmu bahagia.

Jika ada sebuah kehidupan lagi yang Tuhan takdirkan ada aku dan kau disana. Dan sebelumnya aku akan meminta pada Tuhan begitu. Dan saat bertemu Tuhan, aku akan tambahkan doanya,

Semoga, orang yang paling dapat membuatmu bahagia, yang akan mengisi hari hari mu itu, adalah aku.

Iya. Suatu saat jika aku bertemu dengan Tuhan.

p.s : aku akan merengek pada Tuhan untuk memintanya, pasti Tuhan akan iba padaku. Tolong jangan ikut campur urusanku dengan Tuhan ya, jika kau punya doa lain pada Tuhan, silakan saja, tapi tidak perlu memberitahu aku. Mengantisipasi doamu yang sangat bertolak belakang denganku, aku takut akan menangis. :)

Thursday, February 18, 2010

Sebuah Doa Baru

“…boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.S. Al Baqarah : 216)

Seandainya Tuhan bisa salah.

Tapi tidak, itu tidak akan terjadi. Tuhan tidak pernah salah. Apapun dari Nya adalah benar dan selalu benar. Jika tidak sesuai keinginan, berarti keinginannya yang salah, dan bukan pada keputusan Tuhan.

Berkali kali aku coba meyakinkan diriku atas kalimat itu. Kalimat yang kudapat sendiri karena aku sangat percaya pada Tuhan ku. Aku masih sangat percaya bahwa Tuhan punya sesuatu yang indah untukku dengan memberikan takdir yang seperti ini.

Awalnya aku percaya, takdir adalah sebuah pilihan. Tapi belakangan, ada hal hal yang memang tidak bisa kau pilih, mungkin kau masih bisa memilih bagaimana menjalaninya, tapi ada “given condition” yang selalu menyertai, keputusan Tuhan. Keputusan Tuhan adalah mutlak benar adanya.

Seandainya Tuhan bisa salah.

Untuk kali ini saja, aku berharap Tuhan sedang salah.

Maaf, Tuhan.

Aku sangat merindukan orang itu.

Dan aku semakin merindukannya karena aku tau, untuk kemudian di keesokan hari dan keesokannya lagi, aku tidak dapat lagi bercengkrama ataupun bersua dengannya.

Seandainya Tuhan kali ini salah, aku mungkin akan menjadi orang paling bersyukur atas hal itu.

Aku ingin kali ini saja Tuhan telah salah dengan tidak menakdirkan aku menjadi pendampingnya di kehidupan ini. Satu kali ini saja.

Mungkin jika perlu salah berkali kali, akan banyak hal yang sangat ingin aku ubah, tapi aku hanya minta yang ini saja. Tuhan, aku tidak bisa bayangkan bagaimana aku tidak lagi mendapatkan ia mengisi relung hatiku.

Bukan tidak bisa mengusirnya, tapi aku tidak mau. Aku tidak dapat bayangkan ada pelangi lain yang menghiasi hatiku. Tertanam seberapa dalamkah ia di hatiku, aku tidak pernah tau jelas. Aku hanya tau aku hanya ingin terus mendapati ia saja yang mengisi relung hatiku.

Seandainya Tuhan bisa salah, tentu saja akan ada banyak hal yang orang orang ingin ubah. Maka itu telah kau mutlak kan, bahwa, Kau tidak pernah salah. Apapun dari Mu adalah yang terbaik.

Aku, diriku, Tuhan, meminta maaf dengan sebenar benarnya. Tapi aku mungkin tidak ingin yang terbaik. Kadang aku hanya ingin, apa yang menjadi keinginanku. Pasti ini salah, tentu saja. Dan aku adalah orang sesat yang terus menceburkan diri dalam kesesatan. Tapi Tuhan, suatu waktu aku sadar apa yang kuinginkan.

Keputusan Mu tidak menakdirkan aku di kehidupan ini sebagai pendampingnya, tapi izinkan aku untuk tetap mematri ia dalam hati ini.

Izinkan aku mendoakan kebahagiaannya. Izinkan aku terus mengingatnya, mengingat cerita perjalanan kami hingga harus terhenti sampai disini atas kehendak Mu.

Izinkan aku terus mencintainya dengan caraku, terlepas dari seperti bagaimana itu cinta.

Aku hanya ingin dapat menjadi orang di kehidupan ini yang tidak pernah menyesal untuk pernah mengenalnya. Awalnya aku kira, untuk apa Tuhan takdirkan aku mengenalnya, jika bukan untuk menjadi pendampingnya dengan resmi di mata Mu dan di mata dunia. Tapi belakangan, aku telah mengubahnya sedikit.

Mungkin Tuhan takdirkan aku mengenalnya, untuk terus dapat mendoakannya darisini, tempatku yang tidak sama dengannya. Untuk bisa terus mengingatnya begini, caraku untuk mencintainya.

Tuhan, aku tau Kau tidak akan pernah salah, tapi aku juga tau, Kau lah yang akan paling mengerti atas perasaan ini.

Mungkin ini akan hanya jadi perasaan sesaat yang untuk kemudian akan hilang. Satu minggu kemudian, satu bulan, satu tahun, sepuluh tahun. Aku akan hidup normal. Aku akan menikah, punya anak dan suami yang sangat mecintaiku dan sangat kucintai.

Tapi Tuhan, aku titipkan satu doa ini saja padamu, aku hanya ingin tetap mencintainya dengan sebanyak banyak sisa cinta yang kumiliki setelah aku akan memiliki banyak orang yang kucinta.

Jangan biarkan ia pergi begitu saja dari hati ini seperti orang orang lainnya yang menjadi angin liar.

Orang bijak berkata, hidup adalah pilihan bukan?

Aku memilih sekarang Tuhan, aku memilih untuk tidak ingin menghapusnya dengan “given condition” seperti ini. Dan kembali aku berdoa hanya pada Mu, hanya pada Mu. Aku tidak ingin menghapus setiap detail perasaan aman dan hangat ketika aku bersamanya, Tuhan. Meskipun telah Kau putuskan, bahwa aku tidak bisa berada disampingnya, seandainya Tuhan bisa membuat kesalahan.

Aku tau Kau mendengarku. Aku sangat tau.

Kini, mungkin hanya ini yang aku minta.

Pengisi relung hati lain yang akan menjadi orang resmi di mata Tuhan dan dunia untuk menjadi pendampingku, tolong bahagiakan ia bersamaku. Jika ia benar takdirku.

Aku tidak pernah bermaksud tidak mencintainya, aku akan mencintainya. Sungguh, dengan sebanyak banyak sisa cinta yang kumiliki.

Tapi Tuhan, dengan segala kerendahan hati, dengan pengakuan bahwa Tuhan tidak pernah salah. Aku harap, jika nanti Kau akan membuat satu kehidupan baru, dimana Kau pun berniat menakdirkan aku bermain kembali dalam hidup itu. Izinkan aku bertemu dia lagi.

Dan kali ini, aku sangat meminta, tolong takdirkan, putuskan sejak awal, bahwa aku akan menjadi orang yang paling mencintainya di kehidupan tersebut, sehingga aku akan ditakdirkan menjadi pendampingnya dengan resmi di mata Tuhan dan dunia. Dan untuk kehidupan selanjutnya dan selanjutnya lagi.

Atau jika hidupku hanya sampai di surga (setelah terkungkung lama dalam neraka mungkin), tolong pertemukan aku dengan dia.

Dan jika. Jika dia tidak berkehendak untuk bertemu denganku di kehidupan manapun setelah kehidupan ini, tolong pastikan ia benar benar baik baik saja. Dan aku berjanji hanya akan meminta untuk mengintipnya sesekali dari balik pilar pilar surga. Izinkan aku terus mencintainya dengan caraku, Tuhan.

Dan ingatkan aku, bahwa aku sangat ingin bertemu dengan Mu, Tuhan. Aku hanya ingin bertanya, kenapa Kau takdirkan aku mengenalnya, jika pada akhirnya aku harus memiliki perasaan begini sendu padanya, namun sekaligus aku tidak bisa mendapati pilihanku untuk menjadi pendampingnya?

Karena sejak awal mengenalnya, aku kira Tuhan memiliki rencana indah atas aku dan dia. Namun jika memang tidak, aku punya pembelaan untuk Mu, Tuhan. Mungkin aku bukanlah orang yang paling mencintainya di kehidupan ini, sehingga, ada orang yang lebih pantas mendampinginya. Iya, dulu itu doaku pada Mu kan Tuhan?

Baiklah, kalau begitu, Tuhan yang tidak pernah salah, izinkan ia bahagia di kehidupan ini ataupun berikutnya. Beri ia pendamping yang benar dan tulus mencintainya, tanpa pamrih apapun.

Dan aku, ingin tetap mencintainya seperti ini, dengan caraku.

Wednesday, January 6, 2010

WANITA VIRGO (DIRA SEKALI)

Apa yang khas dari wanita Virgo? Pada umumnya mereka memiliki tinggi badan di atas rata-rata. Tergolong tinggi, langsing, ramping dengan penampilan yang begitu sempurna. (hahah, aminn)

Wajah oval, dengan dahi tinggi dan jarak antara kedua mata lumayan jauh. Tatapan matanya bisa menembus langsung. Wanita ini seolah-olah memang ingin menemukan kebenaran dan melihat kenyataan apa adanya. Kalau dia mengatakan A maka kenyataannya memang A. Tak ada maksud tersembunyi pada wanita ini. (tepat!)

Rambut mereka umumnya hitam dan indah. Hidung tegak dengan ukuran normal. Sedang kakinya yang panjang nampak seperti batang pohon yang masih muda, luwes dan lentur. Dia suka menari untuk menjaga keindahan tubuh. (gak juga ah)

Akibatnya otot-ototnya punberkembang dengan indah. Meski umumnya wanita Virgo memiliki kaki lebar, tapi sungguh tidak kelihatan kaki itu lebar. Ukuran kakinya proporsional untuk menopang tinggi tubuhnya yang memiliki otot kuat. Bibir atasnya penuh, dengan ekspresi wajah bijaksana dan tekun. Yang jelas, Anda hampir tidak akan pernah mendengar wanita ini "ngrasani" orang lain di belakang punggung atau terlibat dalam segala macam gosip.

Anda dapat mengenali wanita Virgo ini dari caranya berjalan. (bener lagi)
Cepat, mantap dan tegap. Dia memiliki cara agar selalu nampak cantik, menarik dan rapi. Bahkan letak rambutnya pun teratur. Akibatnya ia sering frustrasi karena keinginannya untuk tampil sempurna, padahal bagi orang lain sudah cukup. Toh, bagi mereka tidak ada yang tidak mungkin dijadikan lebih sempurna. Maka dia tetap saja melanjutkan pencariannya demi kesempurnaan. (hhehe)

Kepribadiannya menarik. Mereka intelek. (amin)

Mereka merasa menemui kesulitan hidup bila harus menangani sesuatu yang berliku-liku dan salah. Dia butuh partner yang mencintai dengan sepenuh hati. Dia bukan pencemburu dan tidak posesif. Yang dibutuhkannya, kedalaman dan hubungan cinta yang penuh arti. Dia bukan jenis orang yang mudah untuk diajak menjalin hubungan jangka pendek ataupun affair.

Jika wanita ini tidak sungguh-sungguh 'ada rasa', makasulit baginya untuk terlibat secara intim. (indeed)
Tapi bila muncul pria yang tepat, maka pria itu menjadi segala-galanya bagi wanita ini.(indeed lagi)

Wanita Virgo tidak bisa mendengar bahasa yang buruk. Dia akan merasa shock bila kata-kata kotor dan tidak sopan bertebaran di sekelilingnya. Dia sama sekali tidak dapat mendengarnya. (exactly)

Bagi wanita ini, tidak ada alasan mengapa pria tidak dapat berlaku sebagai gentlemen. Dia sangat suka bila pria membukakan pintu baginya atau membantunya melepas jaket. Dia senang bila barang-barangnya dibawakan, atau dipanggilkan taksi. Itu merupakan keharusan baginya. Dia orang yang sangat feminin meski mandiri. Dalam menjalin hubungan, baginya lebih baik tidak ada kedekatan secara fisik daripada harus terlibat dalam suatu affair yang dirasa tidak baik baginya. (sangat amat dira..haha)

Dia punya daya ingat menakjubkan. (mau tanding fik?)
Dalam bisnis atau dalam kehidupan pribadi ia juga sanggup membawa rahasia sampai mati. (insya Allah)

Dia wanita yang dapat dipercaya tapi tidak suka membicarakan soal-soal pribadi baik mengenai dirinya sendiri maupun mengenai Anda. Meski ia bukan seorang yang teguh memperjuangkan sesuatu, tapi dia akan menempatkan diri sebagai oposisi dan melontarkan banyak kritik. Itulah masalah besar baginya. Wanita ini mengharapkan kesempurnaan dari orang lain, sehingga cukup banyak 'mencoba' mencurahkan dirinya dengan tanpa batas. Dia akan mendekati suatu soal yang sangat sulit dengan cara yang praktis dan halus.

Wanita Virgo tidak bersifat emosional, kecuali untuk rasa cintanya yang mendalam. Dia menganggap dirinya memang dilahirkan untuk bahagia, melayani dan mengajar. Dan dia bisa menikmati setiap fase kehidupan yang dijalaninya.

Dalam hal berpakaian, dia menyukai warna-warna dasar seperti biru laut, hitam, abu-abu dan warna-warna yang memakai warna dasar itu. (hahha, persis)
Enak dipakai dan enak dipandang adalah tujuannya. Apalagi bila dikombinasikan aksesori yang baik. Permata tidak terlalu penting baginya. Tapi bila memang diperlukan sebagai aksesori, dia mau yang asli atau variasi lain yang berharga sangat mahal. Akibatnya, wanita ini sulit mendapatkan pasangan karena terlampau idealis.

Bila Anda ingin diet, ajaklah dia sebagai teman makan malam. Dia akan senang bepergian dengan Anda, karena makanan yang sehat dan diet itu. Tapi dalam kenyataannya, bila hidangan menimbulkan seleranya, maka dia akan menerjang. Dia senang menyiapkan makanan dan menatanya dengan menarik. Makanan yang disediakannya juga sehat dan baik. Wanita ini suka keju asli. (hahahha)

Cologne kesukaan wanita ini adalah yang memberi rasa segar, wangi dan bersih. Sabun halus yang baik untuk kulit, ditambah dengan minyak atau cairan pelembab untuk menghaluskan kulitnya. Tubuh dan jiwa sangat penting baginya, sehingga tidak cukup waktu untuk memelihara keduanya. Hanya bila emosinya terganggu, maka dia akan mengabaikan hal-hal penting. Tapi dia akan segera mendorong diri sendiri untuk bangkit kembali. (hope so)

Karena besar minatnya terhadap makanan, maka wanita ini sering dapat dijumpai di tempat-tempat yang menyediakan makanan dan melayani dalam skala besar. Seperti di pusat kesehatan atau bahkan di supermarket. Wanita ini dikenal selalu memiliki alasan logis, suka mengabdikan diri sebagai pelayan bagi orang lain. Karenanya Anda juga dapat menjumpainya di lembaga-lembaga sosial. Bukan sebagai suka relawan, melainkan sebagai administratur atau organisator yang mengelola supaya lembaga itu dapat berjalan. Dia mengerti uang dan dapat mengelolanya dengan baik, tapi tidak menganggap penting menjadi kaya.(tepat!)
Baginya, uang hanya diperlukan untuk sesuatu supaya menjadi lebih baik. (right)

Wanita Virgo juga bisa menjadi ahli diet atau ahli gizi. Ia juga bisa sukses menjadi dokter, perawat, tenaga laboratorium atau ahli geologi, semata karena wanita ini suka mengerjakan sesuatu yang penting, njelimet, dan yang berguna bagi orang lain.
Sebagai sekretaris dia sangat sempurna. Maka bila memiliki atasan yang simpatik dan mendorong kemajuannya, wanita ini akan sangat setia dan bertahan terus dengan orang yang dihormatinya. Biro Personalia juga sangat cocok baginya, karena dia suka membantu orang lain hingga menemukan tempat yang tepat. (ekonom gimana nih? haha)

Banyak penulis terkenal berbintang Virgo.(AMIINNN!!! bangett.. haha)
Misalnya, penulis kritik film atau pengisi kolom editorial. Dan tidak pandang apakah Anda masih menyebutnya sebagai pendatang baru ataupun ahli dan konsultan, wanita Virgo sangat berhasil dalam bidang ini.

Dalam olahraga, wanita ini tertarik tapi tidak terjun. Sepakbola, basket dan tenis menarik tapi tidak penting. Yang digemarinya, yoga dan gymnastic. Kalau dia menyukai ski, itu karena dilakukan di alam bebas yang masih bersih. (gak juga, i love basketball :))

Cara mendekati wanita Virgo berbeda dengan wanita lain. Anda harus yakin betul tentang dia. Yang paling baik, bertemu dengan cara seolah tidak sengaja atau melalui teman lain yang sama-sama dikenal. (tepat! ahha)
Anda bisa ketemu di kelas, di perpustakaan, di tempat kursus ataupun seminar tentang psikologi. Yang penting, perhatikan pakaian yang Anda kenakan. Bersih dan menarik. Tidak terlalu warna-warni atau mencolok. Kuku juga harus dipotong rapi dan bersih, wajah bersih, rambut bersih dan tubuh berbau harum serta segar. Berikan kesan padanya, Anda memang memperhatikan kesempurnaan seperti dirinya. (hahahha, persis pisan)

Anda dapat ngobrol dengannya tentang apa saja termasuk situasi dunia. ( ^^ )
Jangan lupa memberi kesempatan padanya untuk menunjukkan betapa dirinya seorang pemikir yang logis. Mainkan kritik dengannya dengan cara yang menarik, dan tetaplah menjadi gentlemen. Bila ingin minum, sebaiknya milk saja dan jangan kopi karena baginya tidak sehat. (tapi aku suka kopi kok..)
Tarikkan kursi baginya, bantu melepaskan jaketnya karena sikap yang manis sangat penting baginya. Jangan tergesa-gesa. (hahhaha, pisaaann)

Setelah sedikit bicara dan ingin pulang, antarkan dia hingga menemukan kendaraannya. Bukakan pintu mobil. Setelah itu ketuklah kaca mobil dan tibalah saatnya Anda menawarkan padanya untuk ikut yoga bersama Anda. Katakan, Anda memiliki ruangan yang pantas untuk ditengoknya. Dia akan menerimanya. (daydreaming kayaknya dapet cowo kyagini hahah)

Wanita Virgo umumnya sangat memperhatikan penampilan hidup yang baik. Penampilannya yang nampak awet muda dan bentuk tubuh terpelihara, menunjukkan dia memang menjaganya. Jadi, dengan sedikit meditasi yoga dan pengambilan posisi yang memungkinkan untuk bersentuhan, siapa tahu ada kelanjutannya? (hmmm, masih mikir untuk kebenaran yang ini)

Ia bukanlah malaikat tanpa cela, karena terkadang ia akan sangat keras, bagaikan baja. Walaupun ia cukup mudah putus asa, ia tidak akan pernah menangis karenanya. Dia adalah tipe pemalu, maka jika ia harus berbicara didepan umum, maka dia akan sangat gugup, walaupun ia dapat berjalan dan berbicara dengan penuh percaya diri.

Ia hanya mencari cinta sejati, bukan hanya sekedar cinta. Model cinta yang diinginkannya adalah model ideal. Ia suka beranggapan bahwa tidak ada orang yang lebih rapi dan efektif daripada dirinya, yang sebenarnya malah terkadang membuat anda jengkel, karena sebenarnya tidak ada hal seperti itu.

Ia menyukai kata-kata manis, tetapi terkadang ia dapat kelepasan bicara dan mengatakan sesuatu yang tidak anda perkirakan, bahkan tidak dapat anda terima. Ketika ia sudah berhenti marah, ia akan benar-benar lupa apa yang baru saja dikatakannya, dan kembali menjadi sesosok malaikat. Jika anda berkencan dengannya, lebih baik anda datang tepat waktu.

Bunga dan rayuan manis akan dapat membuat dia merasa tenang. Jika anda ingin meminta maaf, lakukanlah secara langsung dan tidak berbelit-belit. Jangan membuat permintaan anda bertele-tele dan membosankan, sampai akhirnya kencan anda menjadi acara berbaikan, hal ini dapat menyeret anda ke perang dunia berikutnya.

Ia suka melihat cowoknya tampil rapi dan bersih. Ia sangat mendetil, terutama mengenai uang. Jangan membuatnya berpikir bahwa dia lucu atau melawak seperti badut. Pada saat perkenalan pertama dengannya, jangan banyak melirik wanita lainnya. Pada awal berpacaran, jangan terlalu sering memeluk dia dipedan umum, karena hal itu dirasanya kurang baik.

Ia menyukai buku, drama panggung, dan musik, dan juga suka mengkritik penampilan mereka. Kritikus wanita adalah ikon bagi dia, termasuk juga hal-hal kecil dan besar dalam kehidupan, misalnya rambut, baju, dan cara jalan anda. Jika anda jatuh cinta padanya, usahakanlah menjadi sesempurna mungkin.



HAMPIR SEMUANYA BENAR ! hahahah, that's me, :P

Tuesday, December 22, 2009

SULITNYA MENJADI SEORANG PEREMPUAN

Sulitnya menjadi seorang perempuan.
Dia yang tidak dapat dengan mudah mengatakan “Aku suka kamu” pada orang yang padahal sungguh sungguh berada di depan matanya
Dia yang tidak mungkin dengan mudah mengatakan “maukah kau menjadi pendampingku” pada orang yang sangat ia ingin habiskan hidupnya bersamanya
Dia yang harus selalu menebak nebak dalam pikirannya ketika muncul satu nama di inbox nya yang berisi pesan “apa kabar?”dari seorang asing yang mulai membiasakan diri menjadi listener nya
Dia yang harus selalu bingung apa maksud dari pesan singkat “selamat tidur” lagi lagi dari orang asing yang entah kenapa seasing apapun ia tetap menjadi pikirannya
Dia yang harus siap untuk kehilangan orang yang mulai menjadi kebiasaannya suatu hari dengan alasan yang tidak –sangat tidak- jelas
Dia yang harus selalu waspada, apakah pemuda yang mendekatinya hanya bermain portofolio atau memang sungguh sungguh terhadapnya
Dia yang harus selalu repot akan pikirannya agar tampak tidak murahan dan tetap dalam proporsinya sebagai “yang dipilih”
Dia yang selalu merasa besar hati atas semua ucapan atau perkataan manis satu kalimat saja dari pemuda yang selama ini mendekatinya (bahkan dia masih ragu apakah pemuda itu benar benar mendekatinya atau mendekati teman baiknya)
Dia yang tidak mungkin dengan mudah membuka dua hati dalam satu waktu
Dia yang tidak dapat dengan mudah membiarkan “kebiasannya” itu pergi, dan kalaupun dapat menerima tentunya tidak mudah lagi menerima “kebiasaan” baru dalam hatinya
Dia yang selalu saja membagi pemikirannya akan statistik atau fisika dasar dan pesan pesan singkat berisi kalimat penyemangat
Huh,
Dia, perempuan.
Kenapa sulit sekali menjadi perempuan.
Kenapa harus se merepotkan itu.
Mestinya mudah saja.
3 hati dalam satu waktu, kenapa tidak?
Kenapa harus menjadi bingung, padahal belum tentu 3 hati itu akan benar benar masuk ke dalam hatinya lebih dalam.
Perempuan, yang selalu merasa ‘GR’ akan semua tingkah polah para pemain hati.
mungkin saja saat itu kau mempermainkan aku
Reff lagu itu mestinya perempuan pikirkan baik baik. ,
Jangan bermain main dengan hati perempuan. Sekali tersentuh ia sangat murah hati, dan sekali tersakiti akan sangat sulit mengembalikan kepingannya, karena setelah tersakiti, hatinya hancur. Hancur dan tak berbekas.
Perempuan. Tetaplah tangguh. Jangan mudah berbesar hati.
Kalimat ini khusus dikirim untuk perempuan yang selalu saja direpotkan dengan pikiran pikirannya. Perempuan itu aku !

He's Just Not That Into You

He’s just not that into you.
Jadi bermula dari saya yang –baru- menonton film dengan judul yg sama tersebut.
He’s just not that into you.
Well, mungkin bukan film yang “bagus” tapi cukup lah. Secara ada Ben Affleck dan Bradley Cooper nya gitu, hehe (kebiasaan cewe)
Hmm, jadi, dari film tersebut, saya mengambil beberapa kesimpulan, jujur saja, tokoh utama di film itu, GG (oleh Ginnifer Goodwin) mirip sekali dengan beberapa wanita seperti saya barangkali, yakni, seringkali bingung whether “He’s into you” or “He’s just not that into you” ?
Jadi untuk para pemuda, wanita seperti saya, akan mengambil kesimpulan, dari beberapa perlakuan anda-anda seperti dibawah ini. Saya membaginya menjadi beberapa rules untuk wanita.
He’s just NOT that into you…
Rule #1 : If he said that he would call after the long-beautiful dinner (for you) but he didn’t ever call, he’s just not that into you.
Pasti akan ada pembelaan seperti, “baiklah, mungkin dia gak ada pulsa” (pliss, dia mestinya punya pulsa orang baru aja traktir dinner)
Atau, “mungkin nomor kita terhapus di phonebook nya” (Hello girl! Kalau dia anggap kamu penting, mana mungkin bisa kehapus)
Last, “dia sibuk” (ohmaigat! Someone who has a crush on you, he’ll make you as a priority, dude!)
Jadi, jangn ada alasan bagi kamu untuk menghubungi dia lebih dulu. HE SHOULD TEXT OR CALL YOU FIRST!

Rule #2 : If he never asks you out.
Hmm, ini juga. A guy who is into you, is willing to spend a time together with you, jadi, kalau dia hanya sebatas berbalas pesan dan atau mengomentari status facebook mu, he’s just “playing” (maybe)

Rule #3 : If he never texts or calls you first, although he replies you well.
Well, a guy is naturally aggressive, jadi sewajarnya, he does first in flirting, right ?

Rule #4 : If he used to call or text you often but in several days lately, he doesn’t.
Hmm, alasan ini mungkin belum cukup sempurna. But, semestinya, he got you kan, lalu kenapa ngga getting closer semakin hari. Kecuali kalau dia nanti muncul lagi dan “mengembalikan kebiasaan” itu. : )

Rule #4 : if he’s kind to you, very kind, but he does the same to every women.
Hmm, iyaaa, kenapa dia harus berbuat baik sama semua gadis, itu bagus, sangat bagus tuan. Tapi untuk para perempuan, woman needs to be special, a woman like me, so, when you treat it well to all your close-friend, I conclude that you’re just not into me.

Rule #5 : if he doesn’t ever look for you when you’re not around.
Iya, when you’re getting far, or going somewhere, a guy who likes you, he should look for you. If he doesn’t, he’s just not interested.

Rule #6 : If he just lives his life and doesn’t even think about you.
Dari film itu, pemuda yang “had a crush on girl” mestinya berpikir banyak tentang si wanita, bahkan yang asalnya workaholic sekalipun. ; )

Rule #7 : If he’s care, he’s kind, and he treats you well –very- but he never says he likes you.
Iya! Poin pentingnya disitu. A guy is naturally gentle. ; )
If he likes, just say that. If he wants you, just try to get you. He should!

Hahaha, well, after I had watched that film, it explains me a lot of things what am I supposed to feel when someone tries to get closer. Just for keeping my heart, preventing for a guy who “plays”
Because –for a woman like me- a heart is not for playing, dude. It’s the most important thing. It keeps a lot of important things, a half soul is there exist.
Jadi, he’s into you, or not into you ? hahahaha

Monday, December 21, 2009

SURAT CINTA UNTUKMU

Mungkin Tuhan sedang sangat sibuk sekarang.
Tentu saja.
Terlalu banyak masalah penting di kehidupan ini.
Pemanasan Global, Resesi Perekonomian Dunia, Virus HIV/AIDS yang semakin meluas, Tingkat Kriminalitas yang Meningkat, Konflik Israel dan Palestina, dan masih banyak lagi yang tidak akan habis dirundingkan satu persatu.
Tentu Tuhan sangat sibuk.
Masalah Presiden Indonesia tentu lebih rumit daripada aku yang hanya merengek karena tahun baru nanti tidak ada yang mengajak kencan.
Masalah Menteri Keuangan tentu lebih penat dibandingkan aku yang hanya kesepian karena tidak ada yang memberi perhatian lebih setiap malam (tidak seperti teman-teman yang lain)
Aku yang hanya mahasiswi biasa, perempuan yang tidak terlibat atas penatnya kehidupan dunia yang luas.
Aku yang hanya pernah Tuhan anugerahkan seorang pemuda yang tidak dapat kulupakan selama lebih dari 3 tahun.
Aku yang hanya merengek jika ada angin liar yang datang dan pergi.
Iya, Tuhan… aku sangat mengerti. :)
Aku juga tau, Tuhan tidak menganggap masalahku tidak penting kan? Hanya saja, masalahku -sangat- dapat di tangguhkan, tidak seperti sekjen PBB yang dalam satu minggu harus mengunjungi 6 Negara.
Nanti, saat Tuhan sedang tidak sibuk, tolong tengok daftar permintaanku ya, Tuhan.
Salah satunya, ada yang -menurutku- sangat penting.
Aku juga tau kok, walau Tuhan sangat sibuk, tapi Tuhan akan sangat sempat memerhatikan aku, menjaga tiap langkahku, menengokku sebelum tidur, aku tau, karena Tuhan, sangat sayang aku bukan?
Tuhan, sungguh terimakasih banyak. Sangat terimakasih.
Memberikan aku kesempatan untuk hidup dan mengenal Mu, memercayai Mu.
Tuhan, mungkin aku tidak seperti Aisyah atau Khadijah, tapi sebanyak banyak cinta yang ku miliki, itu untuk Mu, Tuhan, aku sangat mencintai Mu. Sekali lagi, terimakasih. :)

Thursday, December 17, 2009

Kami, Para Wanita Sungguh Sebenarnya Tau

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah tokoh romantis yang dapat melukis seperti Jack Dawson dalam Titanic, maka itu kami tidak pernah minta kalian melukis wajah kami dengan indah, paling tidak saat kami minta kalian menggambar wajah kami , gambarlah, meskipun hasil akhirnya akan seperti Jayko adik perempuan Giant dalam film Doraemon, tapi kami tahu, kalian berusaha.

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukan peramal seperti Dedi Corbuzier yang dapat menebak isi pikiran kami atau apa yang kami inginkan saat kami hanya terdiam dan memasang wajah bosan, tapi saat itu kami hanya ingin tau, sesabar apakah kalian menghadapi kami jika kami sedang sangat menyebalkan seperti itu, kami tidak minta kalian mampu menebak keinginan kami, setidaknya bersabarlah pada kami dengan terus bertanya “jadi sekarang maunya gimana?”

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah penyair sekaliber Kahlil Gibran atau yang mampu menceritakan kisah romantis seperti Shakespear, maka itu kami pun tidak meminta kalian mengirimi kami puisi cinta berisi kalimat angan-angan nan indah setiap hari atau setiap minggu, tapi setidaknya mengertilah bahwa setelah menonton film korea yang amat romantis itu, kami sangat berandai-andai kekasih kami dapat melakukan yang sama, meskipun isi puisi tersebut tidak sebagus kahlil Gibran, kami akan sangat senang –sungguh- jika kalian mengirimkannya dengan tulus dan niat. (bahkan meskipun ujungnya terdapat “hehe, aneh ya?”, kami akan benar-benar melayang, tuan)

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah setampan Leonardo Dicaprio, tapi tolong mengertilah itu sama sekali bukan masalah bagi kami, saat kami memuja-muja pemuda seperti itu, itulah pujian dan pujaan, tapi hati kami sungguhnya telah terikat oleh kalian, tuan. Mungkin saat itu kami hanya ingin tau apa pendapat kalian jika kami jatuh cinta pada orang lain, semacam mengukur tingkat kecemburuan kalian. ;)

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah semenakjubkan John Nash atau sebrillian Isaac Newton, namun kami sebenarnya sangat menghargai bantuan kecil dari kalian meskipun hanya membantu mencarikan artikel dari internet, kami ingin menunjukkan pada kalian bahwa kalian lebih kami percayakan daripada Newton atau Galileo.

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah segagah Achilles pada film Troy, maka itu kami tidak pernah minta kalian mengikuti program peng six-pack an tubuh atau kontes L-men. Namun dengan kalian berhenti dan tidak pernah merokok, kami sangat akan memilih kalian dari Achilles manapun. Menyuruh kalian berhenti merokok adalah untuk meyakinkan diri kami bahwa kalian lebih gagah dari Achilles (karena tentu kalian akan kalah beradu pedang dengan Achilles bukan?).

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukan Pangeran denga kuda putih yang akan melawan naga demi kami, karena kami pun bukan putri tidurnya, dan maka dari itu kami tidak pernah minta kalian melawan preman pasar yang pernah menggoda kami waktu lalu, tapi setidaknya, mengertilah tanpa kami harus minta, saat hujan lebat datang dan dirumah sedang mati lampu dan ayah ibu belum datang, kami hanya dapat mengandalkan kalian, maka itu temani kami walau hanya dengan sms dan telepon, karena menurut kami, berbincang dengan kalian adalah melegakan, maka itu jangan tradeoff (tukar) keadaan seperti itu dengan Game PES 2010 terbaru kalian itu (sangat mengesalkan!)
Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah bayi yang harus diingatkan hal ini dan itu setiap waktunya, tapi mengertilah bahwa kami sangat merisaukan anda, kenapa kami mengingatkan kalian makan atau sembahyang, itu karena tepat saat itu, kami baru saja hendak makan atau sembahyang, maka itu saat kalian bertanya kembali atau mengingatkan kembali, kami akan jawab “iya, bentar lagi nih”

Kami, para wanita tau kalian bukanlah Romi Rafael yang pandai menyulap saputangan menjadi bunga, maka itu kami tidak pernah meminta hal hal semacam itu, namun mengertilah bahwa melihat bunga rose di pinggiran jalan itu menggoda hati kami, bahkan meski kami tidak suka bunga, pemberian kalian akan menjadi hal yang kami sukai, karena kami sebenarnya hanya sangat ingin menyimpan kalian saat itu, setelah malam kalian antar kami pulang, namun kami tahu kita harus berpisah saat itu.

Kami, para wanita tau kalian bukanlah Mr. Bean yang dapat membuat kami tertawa terbahak saat sedang bosan, maka itu jangan coba-coba menjadi juru selamat untuk mencoba membuat kami tertawa saat itu, karena kami tau kalian tidak mampu sekocak Mr. Bean dan malah hanya akan memperkeruh suasana, yang kami inginkan saat itu hanyalah memastikan kalian ada disamping kami saat masa-masa sulit meski hanya dengan senyuman menenangkan.

Kami, para wanita juga tau kalian bukanlah pemuda seperti Edward Cullen yang akan segera datang dengan Volvo saat kami diganggu oleh preman jalanan, namun setidaknya, pastikan kami aman bersama kalian saat itu dengan tidak membawa kami pulang terlalu larut dan mengantarkan kami sampai depan pintu rumah dan bertemu ayah ibu, (jangan hanya sampai depan gang, hey, tuan!)

Kami, para wanita tau kalian tidak akan bisa seperti ibu kami yang dapat menghentikan tangisan kami, namun tolong mengerti, saat kami menangis dihadapanmu, kami bukan sedang ingin dihentikan tangisannya, justru kami sangat ingin kalian dihadapan kami menampung berapa banyak air mata yang kami punya, atau sekedar melihat apa reaksi kalian melihat kami yang –menurut kami- akan terlihat jelek saat menangis

Kami, para wanita tau juga sebenarnya, bahwa kalian tidak akan punya jawaban yang benar atas pertanyaan, “aku gendut ya?”, kami sungguh tau, tapi saat itu kami hanya ingin tau, apa pendapat kalian tentang kami yang pagi tadi baru bercermin dan sedang merasa tidak secantik Kristen Stewart.

Kami tau, kalian adalah makhluk bodoh yang tidak peka dan terlalu lugu untuk percaya pada setiap hal yang kami katakan, tapi mengertilah bahwa saat kalian bertanya “baik-baik aja?” dan kami jawab “iya, aku baik-baik aja” itu adalah bahasa kami untuk menyatakan keadaan kami yang sedang tidak baik namun kami masih menganggap kalian adalah malaikat penyelamat yang mampu mengatasi ketidak-baik-baikan kami saat itu tanpa kami beritau, (tentu mestinya kalian sadari jika kami memang benar sedang baik-baik saja kami akan menambahkan perkataan seperti “iya aku baik-baik aja, malah tadi aku di kampus ketemu dengan dosen yang itu lho….*bla.bla.bla”)

Iya, kami sepertinya tau apa yang kalian pikirkan tentang kami yang begitu merepotkan. Tapi begitulah kami, akan selalu merepotkan kalian, tuan. Hal ini bukan sesuatu yang kami banggakan, namun inilah bahasa kami untuk mempercayakan hati kami pada kalian, jika kalian bukanlah pemuda yang kami percayakan dan kami butuhkan, tentu saja yang kami repotkan dan persulitkan bukan kalian. Kami makhluk yang amat perasa dan gampang merasa “tidak enak”. Kami enggan merepotkan “orang lain”. Jika kami merepotkan dan menyusahkan, berarti kami menganggap anda bukanlah orang lain, tuan.

Kami tidak senang bermain-main, tuan pemuda. Maka tolong jaga hati yang kami percayakan ini. Kami mungkin mudah berbesar hati atau “geer”, tapi sekali kami menaruh hati kami pada satu pemuda, butuh waktu yang lebih lama dari menemukan lampu bohlam untuk menghilangkannya (bukan melupakan).

Kami akan sulit menerima hati baru setelah itu, karena kami harus membiasakan diri lagi. Padahal kami sudah terbiasa dengan anda, terbiasa melakukan semuanya dengan anda. Maka tolong, mengertilah tuan. Karena kami, wanita sungguh sangat tau sebenarnya kalian, pemuda, dapat mengatasi semua tingkah kami yang merepotkan ini. ;)

That Made Woman's Heart Beats Faster

Saat pemuda itu tersenyum. Bahkan walau hanya senyum simpul.
Saat pemuda itu mulai menyapa saat sengaja atau tidak berpapasan.
Saat pemuda itu dengan sengaja menengokkan wajahnya hanya untuk melihat kita yang dengan atau tanpa sengaja lewat.
Saat pemuda itu mulai berbincang dan berkata bahwa besok ingin berbincang dengan kita lagi, meski hanya lewat yahoo messenger atau facebook chatbox.
Saat pemuda itu bertanya nomor telepon kita meski alasannya adalah untuk menyebar undangan acara kegiatan kampusnya.
Saat pemuda itu dengan tiba tiba mengirimkan pertanyaan ‘sedang apa’
Saat pemuda itu memasang status facebook atau yahoo messenger berupa kalimat yang kita kirimkan hari sebelumnya.
Saat pemuda itu bercerita diselingi tawa yang lepas.
Saat pemuda itu tiba tiba berpindah untuk berada disamping kanan atau kiri kita, membiarkan kita terhalangi olehnya dari kendaraan lalu lintas yang padat.
Saat pemuda itu mengirimkan ucapan maaf hingga dua kali pesan masuk, dan akan mengirimkan pesan lagi saat kita tetap tidak membalas.
Saat pemuda itu berkata bahwa ia sedang sangat sibuk namun ia mengirim pesan menanyakan bagaimana hari kita hari ini.
Saat pemuda itu mengirimkan lirik lagu yang artinya “aku tak dapat tersenyum tanpamu”
Saat pemuda itu menghubungi kita lalu setelah mendengar suara kita berkata, “baiklah, aku sudah bersemangat lagi sekarang.” Lalu menutup teleponnya begitu saja.
Saat pemuda itu segera tau kita sedang ada dalam masalah dengan hanya kita mengirimkan “ : ) “ sebagai pesan singkat.
Saat pemuda itu segera menelepon dan bertanya dan atau merisaukan keadaan kita saat kita baru saja berkata “Aku jatuh dari motor”
Saat pemuda itu berkata bahwa ia sedang sangat tidak bisa memegang handphone dan hanya bisa menelepon ibu nya, namun ia sempat mengirimi pesan menjelaskan keadaannya.
Saat pemuda itu terlihat tidak senang saat ada pemuda lain mengajak kita berkenalan dan atau mengirimi pesan rutin juga.
Saat pemuda itu mengirim pesan walau hanya “ ^ ^ “ di tengah malam ketika kita sedang membuka buku pengantar ekonomi atau pengantar fisika.
Mudah saja sebenarnya membuat hati wanita berdegup kencang.
Jadilah pemuda yang tepat di saat yang tepat, maka dengan begitu, secara terbiasa, pemuda itu akan selalu tepat di hatinya.
Bukan dengan kebanggaan bahwa pemuda adalah orang kaya raya dan anak presiden.
Bukan dengan selalu menjemput ke kampus setiap hari dengan Volvo.
Bukan dengan selalu mengirimi pesan selamat pagi atau “sudah makan?” setiap hari.
Bukan dengan memamerkan trofi juara sebanyak 7 kali dalam satu tahun.
Bukan dengan itu.
Satu senyum “ : ) “ dalam pesan singkat saat hari hari sibuk, sangat membuat berdebar.
Wanita memiliki sejuta rahasia disudut matanya, dan lebih banyak lagi dalam hatinya.
Didekati banyak pemuda, bukan situasi yang selalu wanita senangi.
Terkadang, hatinya perlu pengikat agar ia dapat menolak ajakan pemuda pemuda itu.
Wanita mudah saja tertarik oleh pemuda, tapi belum tentu pemuda tersebut masuk ke dalam hatinya.
Wanita tidak tau caranya menolak pembuat onar hatinya, maka itu, wanita perlu pengisi relung hati yang benar benar tepat agar pengisi hati itu saja yang dapat mengusir pembuat onar hati.
Hati wanita mudah tertarik tapi bukan berarti mudah terselami.
Jika pemuda hanya ingin bermain main menyelami yang untuk kemudian akan ditinggalkan lagi, pemuda itu bodoh sekali.
Sekali terselami, bukan hanya 1 atau 2 bulan untuk menghilangkan jejak jejak selamannya, butuh waktu lebih sangat banyak dari itu.
Pemuda itu bodoh, karena saat terselami, mungkin tidak akan ada yang dapat menyukai si pemuda lebih besar dari wanita tersebut –yang hatinya terselami-
Mudah saja membuat hati wanita berdegup kencang.
Cukup dengan sedikit “selamat tidur” dan “ayo tersenyum” .

saat aku mencintai seseorang

Saat aku mencintai seseorang.
Saat aku menerima tawaranmu untuk menjadi pendamping hidupmu nanti, tolong jangan tanyakan padaku, seberapa banyak perasaan tulus yang kumiliki untukmu.
Saat aku menerima tawaranmu untuk menjadi teman berbagi kehidupan nanti, tolong jangan tanyakan padaku, seberapa pentingnya kah kau dalam hidupku, atau di posisi keberapa kah kau dalam hatiku.
Saat aku menerima tawaranmu untuk menemani sisa hidup yang kau miliki nanti, tolong jangan tanyakan padaku, seberapa banyak pengorbanan yang akan ku lakukan untukmu nanti.
Saat aku menerima tawaranmu untuk menjadi orang pertama yang kau lihat saat kau bangun pagi hari, tolong jangan tanyakan padaku, seberapa besar usaha yang kulakukan untuk membahagiakanmu.
Saat aku menerima tawaranmu untuk menjadi orang pertama yang membukakan pintu saat kau pulang kerja nanti, tolong jangan tanyak padaku, seberapa seringnya kah akan ku katakana aku sangat menyayangimu.
Saat aku menerima tawaranmu untuk menjadi Ibu dari anak anakmu, tolong jangan tanyakan padaku, apakah aku mencintaimu atau tidak.
Karena saat kau bertanya itu semua, aku selalu tidak akan punya jawaban atas hal itu.
Karena kalaupun aku punya jawabannya, aku belum tentu bersedia menjawabnya untukmu.
Kenapa saat aku menerima tawaranmu aku harus beralasan sedang aku tidak perlu tau kenapa kau memilihku.
Kenapa saat aku menerima tawaranmu aku harus beralasan padahal dengan semua alasan tersebut bisa saja aku menolak tawaranmu itu, karena akan ada orang lain yang jauh lebih masuk akal untuk kupilih.
Aku tidak secantik Zulaikha, apalagi setakwa Aisyah, aku hanya perempuan yang dengan benar menerima tawaranmu itu tanpa keraguan.
Karena saat aku menerima tawaran itu, saat itulah aku mencintai seseorang.
Tak perlu kau tau, seberapa banyak atau seberapa besar itu.
Intinya adalah, aku mencintaimu dan bersedia menerima tawaranmu. Titik.

sulitnya menjadi seorang perempuan

Sulitnya menjadi seorang perempuan.
Dia yang tidak dapat dengan mudah mengatakan “Aku suka kamu” pada orang yang padahal sungguh sungguh berada di depan matanya
Dia yang tidak mungkin dengan mudah mengatakan “maukah kau menjadi pendampingku” pada orang yang sangat ia ingin habiskan hidupnya bersamanya
Dia yang harus selalu menebak nebak dalam pikirannya ketika muncul satu nama di inbox nya yang berisi pesan “apa kabar?”dari seorang asing yang mulai membiasakan diri menjadi listener nya
Dia yang harus selalu bingung apa maksud dari pesan singkat “selamat tidur” lagi lagi dari orang asing yang entah kenapa seasing apapun ia tetap menjadi pikirannya
Dia yang harus siap untuk kehilangan orang yang mulai menjadi kebiasaannya suatu hari dengan alasan yang tidak –sangat tidak jelas-
Dia yang harus selalu waspada, apakah pemuda yang mendekatinya hanya bermain portofolio atau memang sungguh sungguh terhadapnya
Dia yang harus selalu repot akan pikirannya agar tampak tidak murahan dan tetap dalam proporsinya sebagai “yang dipilih”
Dia yang selalu merasa besar hati atas semua ucapan atau perkataan manis satu kalimat saja dari pemuda yang selama ini mendekatinya (bahkan dia masih ragu apakah pemuda itu benar benar mendekatinya atau mendekati teman baiknya)
Dia yang tidak mungkin dengan mudah membuka dua hati dalam satu waktu
Dia yang tidak dapat dengan mudah membiarkan “kebiasannya” itu pergi, dan kalaupun dapat menerima tentunya tidak mudah lagi menerima “kebiasaan” baru dalam hatinya
Dia yang selalu saja membagi pemikirannya akan statistik atau fisika dasar dan pesan pesan singkat berisi kalimat penyemangat
Huh,
Dia, perempuan.
Kenapa sulit sekali menjadi perempuan.
Kenapa harus se merepotkan itu.
Mestinya mudah saja.
3 hati dalam satu waktu, kenapa tidak?
Kenapa harus menjadi bingung, padahal belum tentu 3 hati itu akan benar benar masuk ke dalam hatinya lebih dalam.
Perempuan, yang selalu merasa ‘GR’ akan semua tingkah polah para pemain hati.
mungkin saja saat itu kau mempermainkan aku
Reff lagu itu mestinya perempuan pikirkan baik baik. ,
Jangan bermain main dengan hati perempuan. Sekali tersentuh ia sangat murah hati, dan sekali tersakiti akan sangat sulit mengembalikan kepingannya, karena setelah tersakiti, hatinya hancur. Hancur dan tak berbekas.
Perempuan. Tetaplah tangguh. Jangan mudah berbesar hati.
Kalimat ini khusus dikirim untuk perempuan yang selalu saja direpotkan dengan pikiran pikirannya. Perempuan itu aku !